Paolo Maldini Resmi Jadi Direktur Teknik Timnas Italia
Gambar atau konten salah?
FIGC, federasi sepakbola Italia, resmi menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik. Legenda AC Milan itu dipercaya membangun kembali kekuatan Timnas Italia yang sudah lama terpuruk.
Italia sudah absen dari tiga edisi Piala Dunia berturut-turut. Artinya, sudah 12 tahun lamanya Gli Azzurri tidak tampil di turnamen paling bergengsi sepakbola dunia. FIGC pun bergerak. Langkah pertama mereka adalah merekrut Maldini.
Tugas Maldini tidak ringan. Ia harus merumuskan filosofi permainan timnas, bekerja sama dengan para pelatih, menyusun program jangka panjang untuk tim senior dan semua kelompok umur, hingga mengevaluasi kinerja staf kepelatihan. Semua itu harus dijalani pria berusia 56 tahun tersebut.
Pengalaman Maldini di posisi ini sudah teruji. Ia pernah menjabat Direktur Teknik AC Milan dari 2019 hingga 2023. Di periode itu, Milan berhasil merebut Scudetto. Maldini tahu betul bagaimana membangun tim dari dalam.
Sebagai pemain, Maldini mengoleksi 126 caps untuk Timnas Italia. Namun, ada satu catatan yang mengganjal. Ia belum pernah meraih trofi bersama Gli Azzurri. Prestasi terbaiknya adalah menjadi runner-up Piala Dunia 1994 dan runner-up Euro 2000. Sekarang, gilirannya untuk mengubah nasib tim dari kursi manajemen.
Target terdekat Maldini adalah membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2030. Sebelum itu, tugas pertamanya adalah mencari pelatih baru untuk timnas.
Fabio Capello, mantan pelatih AC Milan, AS Roma, dan Real Madrid, yakin Maldini adalah orang yang tepat. "Tidak ada orang yang lebih baik darinya untuk mengisi jabatan tersebut. Saya sangat senang, Paolo Maldini adalah nama pertama dalam daftar mereka dan mereka mendapatkannya," kata Capello kepada La Gazzetta dello Sport.
Capello melanjutkan, "Maldini adalah pribadi yang serius, mampu, dan teliti. Dia tidak banyak bicara tapi punya banyak ide. Saya yakin dia sudah memiliki proyek yang jelas di dalam pikirannya."
Lebih lanjut, Capello menekankan satu hal penting. "Maldini bukan tipe yang hanya bilang 'iya'. Dia butuh kebebasan untuk mengubah berbagai hal dan menerapkan visinya sendiri. Itulah mengapa memberikan wewenang penuh kepadanya sangat penting. Tanpa kebebasan itu, dia tidak akan pernah menerima peran tersebut," tutupnya.
FIGC mengambil langkah besar dengan menunjuk sosok sekelas Maldini. Ia bukan hanya nama besar, tapi juga figur yang sudah terbukti mampu membangun struktur tim. Kini, tantangan sesungguhnya dimulai: mengembalikan Italia ke panggung utama sepakbola dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
