Seragam Gratis, Tes Calistung Ditiadakan
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setempat, Ida Ayu Ketut Surya Adnyani, membagikan seragam sekolah gratis kepada siswa baru di sekolah dasar negeri (SDN). Pembagian ini dilakukan pada Senin, 13 Juli 2026.
"Ini adalah komitmen pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mendukung dunia pendidikan, yakni melalui pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa kelas I SD," ujar Dayu Surya dalam siaran pers.
Dayu Surya menekankan bahwa kenyamanan siswa saat memulai sekolah menjadi prioritas utama Pemkab Gianyar. Untuk menjaga kenyamanan itu, sekolah tidak akan mengadakan tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) selama dua minggu pertama. "Hari-hari pertama di sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan sehingga anak datang ke sekolah dengan penuh semangat, merasa aman, nyaman, dan diterima," katanya.
Selama dua pekan tersebut, siswa diberi kebebasan untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman-teman serta guru. Fondasi kemampuan anak secara holistik diharapkan bisa berkembang selama masa adaptasi dan sosialisasi itu. Kemampuan yang dimaksud meliputi agama dan budi pekerti, kematangan emosi, keterampilan sosial, kemampuan motorik, komunikasi dan literasi dasar, serta kemampuan berpikir dan kebiasaan belajar positif.
"Target perubahan ini diharapkan mampu menciptakan proses transisi dari PAUD ke SD yang lebih ramah anak, mendukung tumbuh kembang mereka secara menyeluruh, serta mengurangi tekanan akademik pada awal masa sekolah," jelas Dayu Surya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Mawa, mengatakan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di seluruh SD dan SMP akan diawasi secara bertahap. SDN 3 Keramas dan SDN 4 Abianbase menjadi dua sekolah pertama yang didatangi dan diawasi. Pengawasan ini dilakukan untuk menciptakan perkembangan anak yang baik, yang harus dilalui dengan suasana menyenangkan.
"Pengawasan bertujuan menjamin proses transisi pembelajaran berlangsung secara berkesinambungan, meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru kelas awal mengenai pembelajaran yang berpihak pada anak, serta memperkuat peran Bunda PAUD Kabupaten sebagai penggerak dalam mengawal tumbuh kembang anak usia dini," kata Mawa.
Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mengurangi tekanan akademik sejak awal sekolah dasar. Dengan memberikan seragam gratis dan meniadakan tes calistung di minggu-minggu pertama, mereka berharap anak-anak bisa lebih menikmati masa transisi dari PAUD ke SD. Pengawasan langsung ke sekolah-sekolah juga menjadi bagian dari strategi untuk memastikan proses adaptasi berjalan sesuai harapan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
