Cici Nikah Tanpa Wali, Emosi Terbakar di Instagram Kini
Gambar atau konten salah?
Sindi Gandari, yang lebih akrab dipanggil Cici, berusia 24 tahun dan berasal dari Bandung, Jawa Barat, baru saja menayangkan kisah pernikahannya yang penuh emosi di akun Instagramnya, @sindigndri_. Dalam postingan tersebut, Cici menuliskan hashtag #nikahtanpawali dan menampilkan foto serta video pernikahan yang berlangsung tanpa kehadiran wali nasab.
Meski tidak ada wali nasab, pernikahan Cici tetap dilaksanakan secara sakral. Wali hakim menggantikan peran wali nasab, namun suasana hati tetap berat. Air mata tak terhenti, baik dari Cici maupun kerabat yang mendampingi. Video tersebut sudah mencapai lebih dari 53,6 ribu kali dilihat, dan komentar dari warganet mengalir deras.
Peristiwa ini memiliki akar pada masa lalu Cici yang kompleks. Ia menceritakan bahwa orang tuanya bercerai ketika ia masih dalam kandungan berusia empat bulan. Ibu dan ayahnya menikah dini tanpa restu dari kakek dan neneknya. Sejak kecil, Cici tumbuh tanpa mengenal sosok ayah kandungnya. Ia baru mengetahui keberadaan sang ayah secara tidak sengaja saat duduk di bangku SMP.
Selama remaja, Cici sempat mencoba menjalin hubungan rahasia dengan ayahnya. Namun, ketika ia memutuskan untuk menikah, sang ayah menolak menjadi wali nikahnya. Cici mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam: “Di situ aku hancur banget. Aku trauma setiap ada orang yang nikah, aku nggak mau lihat proses akadnya. Karena bagi aku, ‘diwaliin’ ayah itu adalah salah satu hak yang harus didapatkan setiap anak perempuan, dan aku nggak merasakan itu.”
Keluarga ibu Cici telah berusaha keras untuk meyakinkan sang ayah agar hadir, setidaknya memberikan restunya. Semua usaha tersebut berujung nihil. Bahkan, sang ayah melarang keras nama Cici dicantumkan di undangan pernikahan. Pada hari pernikahan, ketika Cici harus menguatkan diri di atas pelaminan dengan bantuan wali hakim, sang ayah memilih pergi berlibur bersama keluarga barunya tanpa mengucapkan selamat sedikit pun.
“Ayahku nggak hadir di nikahanku. Jangankan hadir, ngucapin selamat pun nggak, malah beliau jalan-jalan dengan keluarga barunya. Dan sampai sekarang aku nggak pernah ketemu ayahku, padahal rumahnya cuma beda RT doang,” ungkap Cici dengan penuh kesedihan.
Peristiwa ini menyoroti betapa beratnya perasaan seorang wanita ketika kehilangan hak tradisional untuk memiliki wali nasab. Cici, meski berjuang melangkah ke jenjang pernikahan, tetap merasakan luka yang mendalam. Momen ini menjadi refleksi tentang bagaimana dinamika keluarga dapat memengaruhi kehidupan pribadi seseorang, bahkan hingga hari pernikahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Titik Nol Singaraja: Penataan Harmonis Purusa‑Pradana
20 Petugas Menjaga Kebersihan Taman Candra Bhuana Karangasem
Jamu Resmi Warisan Budaya, Ditetapkan Hukum Kesehatan 2023
Rhododendron Yombuwurii Baru di Sulawesi Tengah: Endemik
Hendropriyono Tolak Tuduhan Terlibat Gerakan Kudeta
ATP Badung Fokus Edukasi, Bukan Pariwisata Target Agrowisata
Berita Terbaru
Polda Sumut Rotasi Kasat Reskrim dan Narkoba di Polres
Malang Pakai Jersey Jumat Piala Dunia, Dukung UMKM Ekonomi
Paul Scholes: Ronaldo 41 Tahun Tidak Layak Starter Portugal
Portugal Imbang 1-1, Kontroversi Joao Neves Bikin Fans Marah
Brent naik 51 sen, WTI 1,28$, kenaikan di tengah ketidakpastian geopolitik
Mojtaba Khamenei: Trump Manfaatkan Posisi Tawar untuk MOU