Cuaca ekstrem Bandung: 23 pohon tumbang mengganggu lintas

Yanto K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Cuaca ekstrem Bandung: 23 pohon tumbang mengganggu lintas

Gambar atau konten salah?

Cuaca ekstrem di Kota Bandung pada 03 April 2026 menimbulkan hujan deras dan angin kencang yang membuat banyak pohon di berbagai titik runtuh. Salah satu kejadian paling mencolok terjadi di Jalan Setiabudi, di mana pohon tumbang menimpa sejumlah mobil. Akibatnya, akses jalan di sana terhalang baik dari arah Lembang maupun sebaliknya, dan alat komunikasi kepolisian pun terputus.

Menurut informasi yang dikumpulkan, setidaknya ada enam titik pohon tumbang di Kecamatan Cidadap. Selain di Jalan Setiabudi, peristiwa serupa juga dilaporkan di depan Hotel Padasuka, Jalan Kencana depan Hotel Arjuna, depan Hotel Artdeco di Jalan Gunung Batu, depan Hotel Sayuli, dan depan lapangan Hegarmanah. “Terdapat satu orang korban, terkena material pohon tumbang yang ada di depan Hotel Sayuli,” ujar Kapolsek Cidadap Kompol Rudhi Gindriansyah pada Jumat (03 April 2026). Ia menambahkan bahwa upaya pembukaan akses dilakukan dengan bantuan warga menggunakan mesin potong dan manual.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kota Bandung Didi Riswadi menyatakan bahwa hingga pukul 14.00 WIB sudah ada lebih dari 23 titik di Kota Bandung yang terdampak pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang. Titik-titik tersebut tersebar mulai dari Babakan Ciparaya, Andir hingga Bandung Wetan. Beberapa lokasi terdampak termasuk Jalan Cibolerang, Jalan Raya Kopo, Jalan Pajajaran, Jalan Dr. Djunjunan, serta kawasan Sukajadi dan Gegerkalong. Kejadian juga dilaporkan di kawasan Tamansari, Hegarmanah, hingga Cijerah.

Di beberapa tempat, pohon tumbang menjadi penyebab utama kerusakan. Salah satu insiden cukup serius terjadi di Jalan Bojong Raya, Kecamatan Bandung Kulon, di mana pohon tumbang menimpa sebuah mobil dan menimbulkan korban. Selain itu, pohon tumbang juga menimpa rumah warga di kawasan Taman Cibeunying Utara, Kecamatan Bandung Wetan. Kejadian ini menambah daftar kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung.

Sejumlah ruas jalan juga terdampak, baik oleh material pohon tumbang maupun genangan air. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di beberapa titik, terutama di kawasan padat seperti Kopo, Pagarsih, dan Cijerah. Beberapa lokasi berada di titik strategis, misalnya dekat akses keluar tol Pasteur di Jalan Dr. Djunjunan. Hal ini meningkatkan potensi gangguan mobilitas kendaraan, khususnya pada jam sibuk.

Distribusi titik terdampak menunjukkan bahwa wilayah Bandung bagian barat dan utara menjadi area dengan laporan kejadian terbanyak. Kawasan seperti Babakan Ciparaya, Bojongloa Kaler, dan Sukasari tercatat memiliki lebih dari satu titik kejadian. Beberapa titik masih dalam proses asesmen atau pendataan lebih lanjut oleh petugas, terutama di wilayah Andir dan Sukajadi.

Cuaca ekstrem dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan, dan banjir di sejumlah titik. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama pada siang hingga malam hari. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang berisiko saat hujan deras disertai angin kencang. Pengguna jalan diharapkan lebih berhati-hati, khususnya saat melintasi kawasan rawan pohon tumbang dan genangan air, guna menghindari risiko kecelakaan.

Peristiwa ini menegaskan bahwa cuaca ekstrem dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan infrastruktur, gangguan lalu lintas, hingga korban jiwa. Penanganan cepat oleh kepolisian dan BPBD, serta kewaspadaan masyarakat, menjadi kunci untuk meminimalisir risiko di masa depan.

Cuaca ekstremPohon tumbangBandungLalu lintasBPBDKepadatanKorban

Komentar

Memuat komentar...