Pohon Keropos di Bandung Bikin Warga Resah
Gambar atau konten salah?
Sebuah pohon di persimpangan Jalan Anggrek dan Jalan Mangga, Kota Bandung, membuat resah para pengguna jalan. Batang pohon itu memiliki lubang besar dan dalam. Belum diketahui jenis pohonnya. Kondisi ini dinilai berbahaya bagi siapa pun yang melintas.
Seorang warga bernama Juna (32) menyampaikan kekhawatirannya. Ia menilai pohon itu membahayakan. "Duh membahayakan, jangan sampai menunggu tumbang," katanya. Juna menambahkan, dinas terkait harus segera memeriksa kondisi pohon tersebut. Jangan dibiarkan begitu saja. Apalagi sampai menunggu pohon itu roboh dengan sendirinya.
"Kalau memang pohonnya sudah mati, lebih baik ditebang, biar aman. Aman kepada pejalan kaki, aman bagi pengendara dan kendaraan yang melintas," ungkap Juna.
Keluhan serupa datang dari Tama, seorang pengemudi ojek online berusia 24 tahun. Menurutnya, pohon itu sangat membahayakan warga. "Bahaya sekali kalau tumbang. Mending menimpa kendaraan, gimana kalau kena pengendaranya?" tanya Tama. Ia menekankan pentingnya tindakan pencegahan. "Lebih baik mencegah, daripada menunggu korban dulu. Apalagi kalau nunggu korban jiwa," tuturnya.
Tama juga bercerita bahwa ini bukan pertama kalinya ia melihat pohon keropos di jalanan Bandung. "Pernah saya melihat pohon keropos di Jalan Soekarno Hatta, tapi itu karena batang bawahnya itu digunakan sebagai tempat untuk membakar sampah dan pohon itu tumbang," ujarnya. Ia menyarankan solusi sederhana. "Kalau membahayakan tebang saja, terus tanam lagi," pungkasnya.
Pohon keropos di persimpangan ini bukan sekadar pemandangan biasa. Lubang di batangnya cukup dalam dan lebar. Ini menandakan bagian dalam pohon sudah lapuk. Akibatnya, pohon kehilangan kekuatan untuk berdiri kokoh. Angin kencang atau hujan deras bisa membuatnya roboh kapan saja. Lokasinya yang tepat di persimpangan jalan membuat risiko semakin besar. Bukan hanya kendaraan yang bisa tertimpa, pejalan kaki pun terancam. Warga berharap pemerintah kota segera bertindak. Mereka tidak ingin menunggu sampai ada korban jiwa. Penebangan pohon yang sudah mati dan penanaman pohon baru dianggap sebagai langkah paling masuk akal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
