Perbaikan Jalan Dago Ditargetkan Rampung Pekan Depan

Fitri A. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Perbaikan Jalan Dago Ditargetkan Rampung Pekan Depan

Gambar atau konten salah?

Perbaikan jalan yang ambles di Jalan Ir. H. Juanda, yang lebih dikenal sebagai Jalan Dago, kini menunjukkan perkembangan yang cukup berarti. Pemerintah Kota Bandung menargetkan seluruh pekerjaan bisa selesai pada pekan mendatang.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizky Kusrulyadi, menjelaskan bahwa pengecoran tahap pertama telah dilaksanakan pada malam hari, Sabtu, 11 Juli 2026. Hasil coran setinggi 2,4 meter dengan panjang 10,8 meter, ditambah wing wall masing-masing sekitar 2 meter, kini sudah berdiri. Fungsinya untuk menahan tebing agar tidak kembali longsor.

"Progres dalam beberapa hari ke depan selanjutnya akan dilanjut tahap dua, pembesian dan bekisting dengan tinggi 1,6 meter, pasang pipa drainase belakang TPT 1 dilanjut dengan kegiatan timbunan. Khusus TPT 2 (yang kecil) akan menyelesaikan soil nailing," kata Rizky pada Rabu, 15 Juli 2026.

Meski begitu, ia mengakui ada sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah keberadaan bebatuan yang menghambat proses pengecoran. Selain itu, area pengerjaan yang sempit juga menjadi kendala tersendiri.

"Pasti ada kendala, di antaranya pada saat pengecoran ada batu, kita mau ngisi dengan beton semprot itu ada batu. Kemudian juga tiba-tiba ada kabel PLN, seperti itu. Dan memang yang paling repot itu karena areanya sempit, itu yang menyebabkan mobilisasinya agak repot gitu sebetulnya," ungkapnya.

Meskipun demikian, Rizky tetap optimistis. "Tapi mudah-mudahan lah, kita ambil optimisnya. Makanya saya bilang, dalam satu minggu ke depan Insyaallah itu bisa selesai normal lagi. Mudah-mudahan selesai," tambahnya.

Proses pengecoran beton di tebing itu harus menunggu masa pengeringan. Hal ini penting agar beton tetap kuat ketika terkena getaran dari kendaraan yang melintas. Oleh karena itu, pada pengerjaan tahap kedua, fokus utama diarahkan pada penguatan bagian dinding.

"Betul, penanganan sekarang istilahnya soil nailing, cor disemprot itu, pemasang bekisting dan sebagainya ya. Intinya kita sudah fokus ke masalah dinding penahan tanahnya," kata Rizky.

Rizki menambahkan, proses penguatan tebing penahan tanah saat ini tinggal tahap penyelesaian. Pihaknya masih harus menjaga skema buka tutup ruas jalan yang berada di atas tebing dengan baik.

"Jadi kita intinya menjaga strukturnya dulu supaya benar-benar kuat. Sehingga, kalau pada waktunya nanti ya kita akan buka dua lajur lagi," ucap Rizky.

Sementara itu, mengenai pembatasan untuk kendaraan berat, Rizky menyebut hal itu merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Kota Bandung. Namun, pihaknya sudah mengajukan permohonan terkait upaya tersebut.

"Tapi intinya memang kita mengajukan permohonan, artinya diharapkan bahwa tidak ada beban kendaran berat yang melewati jalur itu dulu, kira-kira seperti itu," pungkasnya.

Perbaikan di Jalan Dago ini merupakan respons atas amblesnya jalan yang sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut. Dengan target penyelesaian pekan depan, diharapkan jalan bisa kembali berfungsi normal. Namun, penguatan struktur tebing menjadi prioritas utama sebelum jalan dibuka penuh untuk dua lajur. Pembatasan kendaraan berat juga tengah dipertimbangkan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

perbaikan jalanJalan Dagopengecorantebing longsorkendaraan beratpenguatan strukturbuka tutup jalan

Komentar

Memuat komentar...