Dalot Bela Ronaldo Usai Kritik Tajam di Laga Perdana
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Gelandang Portugal, Diogo Dalot, memberikan dukungan penuh kepada Cristiano Ronaldo setelah penampilan sang kapten mendapat kritikan tajam. Kritik itu muncul setelah Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo di laga perdana Grup K Piala Dunia 2026.
Pertandingan tersebut berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026. Sepanjang 90 menit, Ronaldo yang bermain penuh tidak mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang lawan. Mantan penyerang Prancis, Thierry Henry, bahkan menilai Ronaldo justru menghalangi rekan setimnya untuk mencetak gol karena terlalu mengutamakan dirinya sendiri.
Meskipun mendapat sorotan tajam, Dalot tidak meragukan kemampuan Ronaldo. Menurutnya, sang megabintang sudah terbiasa dengan tekanan dan kritik. "Semua orang sudah tahu seberapa baik Ronaldo menangani kritik. Dia punya pengalaman lebih dari 20 tahun bersama tim nasional," ujar Dalot dalam wawancara dengan ESPN.
Dalot menambahkan bahwa Ronaldo selalu menanamkan rasa percaya diri kepada seluruh pemain di tim. "Saya kira apa yang dia sampaikan ke tim, rasa percaya diri itu, kritik hanya bagian dari permainan, khususnya mengingat level yang mampu kami mainkan, ada di salah satu kompetisi terbesar, kalau bukan yang terbesar, di dunia," jelasnya.
Pemain Manchester United itu juga menegaskan bahwa hubungan antara Ronaldo dan tim tidak pernah berubah. "Kepercayaan diri yang dia tanamkan ke kami, dan dari kami ke dirinya, selalu sama dan akan selalu demikian. Selama dia mewakili tim nasional, saya kira dia akan selalu punya kemampuan itu dan akan selalu siap untuk main," kata Dalot.
Portugal akan menghadapi laga kedua Grup K melawan Uzbekistan pada Rabu, 24 Juni 2026 pagi WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi tim untuk bangkit setelah hasil imbang di laga pertama. Ronaldo dan rekan-rekan harus segera memperbaiki performa jika ingin lolos ke babak berikutnya.
Dalam sejarah kariernya, Ronaldo memang kerap menghadapi kritik dan selalu membuktikan diri bisa bangkit. Pengalaman panjangnya bersama tim nasional menjadi modal utama untuk menghadapi tekanan di turnamen sebesar Piala Dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
