Danantara Umumkan Investasi AI dan Data Center di Bali

Rizki W. · 3 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Danantara Umumkan Investasi AI dan Data Center di Bali

Gambar atau konten salah?

Danantara Investment Management (DIM) akan mengumumkan sejumlah investasi strategis dalam waktu dekat. Fokus utamanya adalah infrastruktur digital, pusat data, dan kecerdasan buatan (AI). Pengumuman ini rencananya akan disampaikan dalam ajang New Asia Forum (NAF) 2026 yang digelar di Bali pada 3 Desember 2026 hingga 4 Desember 2026.

Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director Investment DIM, yang mengungkapkan hal ini. Menurutnya, pengembangan infrastruktur digital dan AI menjadi prioritas investasi. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas teknologi nasional.

"Kami memiliki beberapa proyek, termasuk di data center, yang akan diumumkan di acara New Asia Forum. Kami berharap ini menjadi salah satu contoh masuknya investasi dalam skala besar ke Indonesia," ujar Stefanus dalam keterangan tertulis pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia menegaskan, investasi Danantara tidak semata-mata mengejar keuntungan finansial. Lebih dari itu, harus ada transfer teknologi, peningkatan kemampuan industri, dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

"Secara global, AI sedang berkembang pesat. Dalam setiap investasi, kami selalu prudent dan berhati-hati. Namun di sisi lain, kami juga tidak bisa tertinggal dari peluang yang sangat besar di bidang AI," kata Stefanus.

Menurut Stefanus, pengembangan pusat data berskala besar harus mempertimbangkan kebutuhan energi dan air. Jangan sampai mengganggu kepentingan masyarakat atau kebutuhan industrialisasi nasional.

Karena itu, DIM mendorong prinsip Bring Your Own Energy (BYOE) dalam pengembangan pusat data berskala besar. Prinsip ini disertai teknologi closed loop untuk mengurangi konsumsi air. Sistem pengolahan dan desalinasi air juga dipertimbangkan. Aspek emisi, kesiapan jaringan listrik, keamanan data, dan dampak lingkungan menjadi bagian dari penilaian investasi.

Selain sektor digital, Stefanus memaparkan perkembangan investasi DIM di sektor lain. Di sektor pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), tiga proyek tahap pertama di Bali, Bekasi, dan Bogor sudah memasuki tahap konstruksi.

Delapan mitra tahap kedua telah menerima Conditional Letter of Award (CLoA) untuk delapan lokasi. Lokasi-lokasi ini mencakup 20 kabupaten/kota. Target peletakan batu pertama secara bertahap pada awal 2027.

DIM bersama Denera juga telah menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel. Minat pembiayaan indikatif mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan program PSEL.

Di sektor pelayanan haji dan umrah, DIM telah menyelesaikan akuisisi Novotel Thakher Makkah pada 11 Agustus 2026. Lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher juga sudah diakuisisi pada 18 Oktober 2026.

Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar dengan kapasitas sekitar 4.400 jemaah. Lahan yang diakuisisi direncanakan menjadi kawasan dengan 13 menara hotel. Sekitar 4.560 kamar dengan kapasitas hingga 18.000 jemaah. Pengembangannya dilakukan secara bertahap.

Di sektor protein, DIM menjalin kemitraan dengan JBS Group. Rencana investasinya mencapai US$ 2,5 miliar untuk kepemilikan 25% pada perusahaan patungan. Perusahaan patungan ini menaungi operasional JBS di Australia dan Selandia Baru.

Kemitraan ini membuka potensi pembiayaan tambahan hingga US$ 2,5 miliar. Dana tersebut untuk investasi dan akuisisi di Indonesia serta kawasan regional. Kemitraan juga memberikan akses terhadap teknologi, standar industri, dan jaringan distribusi global.

Stefanus menegaskan, seluruh investasi ini diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang. Tujuannya memperluas penguasaan teknologi dan meningkatkan kemampuan industri nasional.

Pengumuman proyek digital dan AI pada NAF 2026 diharapkan menjadi langkah Danantara mempertemukan kebutuhan pembangunan Indonesia dengan investasi global yang berkelanjutan. Danantara ingin menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tujuan investasi di era digital.

investasi strategisinfrastruktur digitalpusat datakecerdasan buatanDanantaraNew Asia Forum

Komentar

Memuat komentar...