Danau Natron: Tempat Bertahan Flamingo Kecil di Tanzania

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Danau Natron: Tempat Bertahan Flamingo Kecil di Tanzania

Gambar atau konten salah?

Di Tanzania, Danau Natron memancarkan warna merah yang memikat, namun di balik pesonanya terletak bahaya tak terduga. Airnya sangat keras, sehingga hampir tidak ada makhluk hidup yang bisa bertahan.

Danau ini adalah danau soda dengan kadar natrium dan karbonat terlarut tinggi. Akibatnya, pH air dapat mencapai 10,5, hampir sama kerasnya dengan larutan amonia. Ketika hewan mati di tepi danau, mereka terawetkan sebagai mumi berwarna putih karena proses pengapuran.

Proses vulkanik menghasilkan sejumlah besar natrium karbonat dan kalsium karbonat. Karena danau tidak mengalir ke sungai atau laut, konsentrasi kimianya tetap tinggi sepanjang tahun. Hanya sedikit makhluk yang dapat bertahan pada kadar garam dan pH setinggi ini, dan airnya bahkan dapat membakar kulit serta mata.

Beberapa spesies telah beradaptasi. Flamingo kecil (Phoeniconaias minor) dan nila adalah contoh hewan yang dapat hidup di sana. Danau Natron adalah lokasi perkembangbiakan burung flamingo kecil paling penting di dunia. Dari 1,5 juta hingga 2,5 juta burung flamingo kecil di Afrika Timur, sebagian besar menetas di danau ini.

Burung flamingo kecil memiliki kulit dan sisik kuat di kaki, melindungi mereka dari luka bakar akibat air. Mereka membangun sarang di pulau-pulau yang terbentuk selama musim kemarau. Bayi-bayi mereka terlindungi dari predator berkat kondisi mematikan di sekitar danau.

Danau ini sangat dangkal, dengan kedalaman hanya 0,5 meter dan lebar 15 kilometer. Suhu air dapat mencapai 60 derajat Celsius pada saat terpanas dalam setahun, menurut Earth Observatory NASA. Kedalaman dan lebar danau berubah-ubah tergantung cuaca, menyusut dan mengembang secara musiman.

Ketika danau menyusut, mikroorganisme yang memakan garam berkembang biak. Haloarchaea (organisme pencinta garam) dan cyanobacteria (ganggang biru-hijau) dapat mewarnai danau dengan corak merah berkat pigmen sel mereka. Pigmen yang sama memberi flamingo warna merah muda, karena mereka hampir eksklusif memakan ganggang biru-hijau.

Danau Natron menjadi sorotan pada tahun 2013 ketika foto-foto hewan “batu” di tepi danau karya fotografer Nick Brandt diterbitkan dalam buku Across the Ravaged Land. Foto-foto tersebut menampilkan bangkai burung dan kelelawar yang terawetkan natrium karbonat. Brandt menempatkannya di cabang-cabang pohon dan di atas air agar terlihat hidup.

Nick Brandt menulis: “Saya secara tak terduga menemukan makhluk-makhluk itu, segala jenis burung dan kelelawar, terdampar di sepanjang tepi Natron. Tidak seorang pun tahu pasti bagaimana mereka mati,”

Burung yang ditemukan termasuk merpati dan elang ikan. Mereka tidak mencari makan dan berkembang biak di Natron, melainkan hidup di rawa-rawa garam dan lahan basah air tawar di sekitarnya. Ekosistem ini juga menjadi rumah bagi burung flamingo besar, burung pelikan, burung unta, kerbau, rusa liar, dan makhluk lainnya.

Danau Natron, dengan sifat kimia dan fisiknya yang ekstrem, tetap menjadi tempat penting bagi spesies tertentu. Keunikan lingkungan ini menciptakan habitat yang mematikan bagi kebanyakan makhluk, namun sekaligus menawarkan perlindungan bagi yang dapat beradaptasi. Hasilnya, danau ini menjadi contoh bagaimana kondisi alam yang keras dapat membentuk ekosistem yang unik dan berharga.

Danau Natronflamingo kecilpH 10,5natrium karbonathaloarchaeacyanobacteriasuhu 60°C

Komentar

Memuat komentar...