Dari Sedekah Buku, Kreatifafa Raih Omzet Puluhan Juta per Bulan

Iwan D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Dari Sedekah Buku, Kreatifafa Raih Omzet Puluhan Juta per Bulan

Gambar atau konten salah?

Fatchul Hidayah Clarine Yuzlar tidak menyangka bahwa tindakan sederhana seperti memberi buku kepada anak-anak beberapa tahun lalu dapat membuka peluang besar baginya. Kini, ia mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah dari penjualan buku pop-up.

Bisnisnya dimulai tanpa rencana besar. Pada tahun 2017, di rumahnya yang terletak di Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, banyak anak-anak yang datang untuk bermain. Fatchul mengadakan berbagai kegiatan seni seperti menggambar dan mewarnai, serta memberikan hadiah berupa buku kepada anak-anak yang berpartisipasi. Dari situ, lahirlah ruang kreatif yang dinamakan Kreatifafa.

"Saya ingin mengapresiasi mereka. Maka kami mengadakan lomba menggambar dengan syarat mereka juga harus bercerita. Misalnya, jika cita-citanya menjadi dokter, mereka harus menjelaskan alasannya. Saya juga menyediakan 30 hadiah untuk mereka," ungkapnya.

Namun, kegiatan tersebut terhenti pada tahun 2019 saat ia mendapatkan beasiswa untuk belajar di luar negeri. Selama menempuh pendidikan, ia berjanji untuk memberikan 30 buku pop-up kepada anak-anak yang sering berkunjung ke rumahnya. Setelah kembali, ia membuat 250 buku pop-up, di mana 30 di antaranya diberikan kepada anak-anak dan sisanya kepada teman-teman yang memiliki Taman Kanak-kanak dan musala di sekitar.

Fatchul menjelaskan, banyak anak-anak di lingkungan sekitarnya yang merasa tidak beruntung karena jarang bermain ke rumahnya. Ketika mereka mengetahui bahwa Fatchul membuat buku, beberapa dari mereka ingin membeli. Meskipun awalnya tidak berniat menjual, respon positif tersebut mendorongnya untuk memproduksi buku lebih banyak.

Setelah memutuskan untuk menjual, ia memproduksi 500 buku pop-up yang dipamerkan di festival buku internasional, Big Bad Wolf. Ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 70 juta untuk membuat buku-buku tersebut, dan semuanya berhasil terjual. Namun, dari penjualan itu, ia hanya mendapatkan sekitar Rp 30 juta. Hal ini karena ia melibatkan banyak pihak yang membutuhkan biaya untuk menghargai karya mereka.

"Secara awal, profitnya tidak banyak karena kami belajar sambil berjalan. Namun, sekarang kami bisa melihat profit yang lebih jelas," tambahnya.

Saat ini, Kreatifafa memiliki markas di Yogyakarta dan tidak hanya menjual buku pop-up, tetapi juga merchandise, board game, animasi, dan menyelenggarakan berbagai aktivitas. Kreatifafa mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam pameran buku di Arab Saudi, dan hak cipta beberapa judul karyanya telah dibeli oleh negara-negara seperti Arab Saudi dan Jerman.

Omzet yang dihasilkan dari penjualan buku pop-up dan merchandise mencapai sekitar Rp 30-50 juta per bulan. "Itu sudah naik turun antara Rp 30 hingga Rp 50 juta," ujarnya.

Fatchul menunjukkan bahwa tindakan kecil bisa membawa dampak besar. Dari memberi buku kepada anak-anak, ia berhasil membangun bisnis yang kini semakin berkembang.

sedekahbuku pop upKreatifafaomzetanak-anakpameran bukumerchandisebeasiswa

Komentar

Memuat komentar...