BGN Sesuaikan Insentif Dapur MBG Berdasarkan Penerima
Gambar atau konten salah?
Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengubah skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, setiap dapur MBG menerima insentif tetap sebesar Rp 6 juta per hari.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menilai bahwa besaran insentif yang sama untuk semua SPPG tidak adil. Ia menjelaskan, “Hal ini karena jumlah penerima manfaat yang dilayani setiap dapur MBG berbeda-beda.”
Agustina menambahkan, “Kalau dengan anggaran yang ada bisa lebih kita kurangi, bisa kita efisienkan dari sisi insentif karena sebenarnya memang tidak tepat ketika Rp 6 juta per hari flat. Padahal, penerimaan manfaatnya ada yang 500, 1.500, ada yang 3.000 tapi disamakan Rp 6 juta.”
Insentif ini akan disesuaikan berdasarkan kapasitas layanan masing-masing dapur MBG. BGN sedang mengevaluasi skema yang berlaku dan melakukan pendataan jumlah penerima manfaat MBG.
“Salah satu opsi yang dikaji adalah insentif akan disesuaikan berdasarkan kapasitas layanan masing-masing Dapur MBG,” jelas Agustina. Ia juga menegaskan pentingnya data, “Nah itu juga nanti penerima manfaatnya juga dipastikan dulu di situ ada berapa di daerah yang akan dilayani. Jadi itulah pentingnya kami menyusun data.”
Perubahan ini diharapkan dapat menghemat anggaran sekaligus membuat alokasi dana lebih proporsional. 18 Juni 2026, BGN berupaya menyesuaikan insentif dengan realitas setiap dapur MBG.
Dengan menyesuaikan insentif berdasarkan jumlah penerima manfaat, BGN bertujuan agar dana distribusi lebih efisien dan adil bagi semua dapur MBG.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bank Indonesia Batas Pembelian Dolar Turun ke US$10.000
QRIS Inbound Rp 4,3 Triliun, Outbound Rp 1,47 Triliun
Minapadi Salin Batang: Padi, Ikan, Rumput Laut Bersinergi
BI Naikkan Suku Bunga, Risiko Kredit dan Ekonomi Tertekan
BI Perpanjang Keringanan Kartu Kredit hingga 2026, Denda 1%
BRI Multiguna: Solusi Mudah Dana Pendidikan Anak Bersama