De la Fuente Balas Kritik Deschamps soal Wasit
Gambar atau konten salah?
Dallas – Luis de la Fuente angkat bicara. Ia menanggapi kritik tajam yang dilontarkan Didier Deschamps soal kepemimpinan wasit di laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol.
Spanyol berhasil mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 di Dallas Stadium pada Rabu dini hari, 15 Juli 2026. Gol pertama dicetak Mikel Oyarzabal melalui tendangan penalti di babak pertama. Pedro Porro kemudian menggandakan keunggulan setelah turun minum.
Kontroversi muncul saat Spanyol mendapat hadiah penalti pada menit ke-20. Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di dalam kotak penalti saat berusaha merebut bola. Wasit Ivan Barton menunjuk titik putih.
Deschamps mempertanyakan keputusan itu. Menurut pelatih asal Prancis tersebut, ada pelanggaran hand ball yang dilakukan Yamal sebelum dijatuhkan Digne. Ia bahkan mempertanyakan kualitas sang wasit.
"Kemudian, saya menanyakan sebuah pertanyaan, dan saya tidak akan menjawabnya: 'Apakah si wasit cukup bagus untuk memimpin sebuah semifinal Piala Dunia?'," ujar Deschamps usai pertandingan.
Pelatih berusia 57 tahun itu melanjutkan, "Kami memang punya beberapa situasi, dan saya tidak akan menjawabnya. Dan saya tidak akan mengatakan ini karena kami kalah pada hari ini, tapi memang ada beberapa situasi... sering kali merugikan kami juga."
De la Fuente menanggapi pernyataan tersebut dengan tenang. Ia mengatakan bahwa setiap pelatih yang kalah pasti mencari alasan. Namun menurutnya, Spanyol juga pernah mengalami keputusan wasit yang merugikan.
"Saat kalah, semua orang mencari alasan. Kami mengalami beberapa momen buruk dengan wasit," kata De la Fuente.
Ia menambahkan, "Itu mengingatkan kami pada pertandingan melawan Uruguay. Ada beberapa momen di mana kami merasa dirugikan. Kelonggaran... Yang saya minta adalah agar kita semua meningkatkan diri: wasit, VAR."
Ivan Barton sendiri sudah menjadi wasit internasional FIFA sejak 2018. Pria asal El Salvador ini berasal dari Konfederasi Sepakbola Amerika Tengah (CONCACAF) dan memiliki pengalaman luas di Piala Dunia.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa tekanan di laga semifinal sangat besar. Setiap keputusan wasit bisa menjadi sorotan, terutama saat tim kalah. De la Fuente memilih untuk tidak memperpanjang polemik, tapi justru mengajak semua pihak untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Kebun Raya Bali Simpan 20.300 Spesimen, Banyak Terancam Punah
De la Fuente Balas Kritik Deschamps soal Wasit
Prabowo: Banyak Oknum 'Nyusup' di Program MBG
Acosta Nilai Performanya 4 dari 10
Ijeck Desak Jalur Kereta Medan-Aceh Dipercepat
Peron Stasiun Bogor Kini Bisa Tampung Rangkaian Kereta 12 Gerbong
Appi Batal Maju Ketua Golkar Sulsel karena Syarat Tak Lengkap
SD Ciamis Hanya Punya Satu Murid Baru, Ini Penyebabnya
Rasdul Kiblat Juli 2026: Cek Arah Kiblat via Bayangan Matahari
