SD Ciamis Hanya Punya Satu Murid Baru, Ini Penyebabnya
Gambar atau konten salah?
Di sebuah sudut Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ada pemandangan yang tak biasa. SD Negeri 2 Salakaria, yang terletak di Kecamatan Sukadana, hanya kebagian satu siswa baru di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027. Angka itu langsung menyita perhatian Dinas Pendidikan setempat saat mereka memantau jalannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, punya penjelasan. Setelah timnya turun ke lapangan dan mengevaluasi, ternyata minimnya jumlah murid baru itu bukan karena sekolahnya jelek. Bukan. Faktor utamanya lebih ke soal kependudukan. "Setelah kami evaluasi, ternyata bukan karena sekolah ini tidak berkualitas. Memang jumlah anak usia sekolah di lingkungan sini sudah sedikit. Banyak penduduk yang usianya sudah lanjut dan kawasan ini juga merupakan Kampung KB, sehingga jumlah kelahiran tidak banyak," kata Erwan.
Jadi, ini soal demografi. Bukan soal mutu. Di sekitar sekolah, penduduknya didominasi warga lanjut usia. Program Kampung KB juga ikut menekan angka kelahiran. Akibatnya, anak-anak usia sekolah di wilayah itu memang jumlahnya sedikit. Sekolah tinggal menerima kenyataan.
Tapi jangan bayangkan para guru di SDN 2 Salakaria patah semangat. Erwan menegaskan, mereka tetap bersemangat. Bahkan, sekolah ini punya catatan prestasi yang lumayan. "Tadi kami melihat langsung, guru-gurunya tetap semangat. Sekolah ini juga punya prestasi, bahkan pernah menjadi juara tingkat provinsi. Artinya kualitas sekolah tetap terjaga meskipun jumlah siswanya sedikit," ujarnya. Juara tingkat Provinsi Jawa Barat. Bukan prestasi kecil untuk sekolah dengan murid sedikit.
Lalu, soal pelayanan? Erwan memastikan tidak ada perbedaan. Sekolah dengan seribu murid atau satu murid, pelayanannya harus sama. "Sedikit atau banyak siswanya, pelayanan pendidikan harus tetap sama. Justru dengan jumlah siswa yang sedikit, guru bisa memberikan perhatian yang lebih maksimal kepada peserta didik," ucapnya. Logikanya sederhana: guru punya lebih banyak waktu untuk satu anak.
SDN 2 Salakaria bukan satu-satunya. Erwan mengungkapkan, kondisi serupa juga terjadi di beberapa sekolah dasar lain di Ciamis. "Ada beberapa sekolah lain yang siswanya juga sedikit, seperti di wilayah Lakbok, Rancah, Ciamis dan beberapa daerah lainnya. Karena itu kami datang untuk memberi semangat kepada guru dan siswa agar tetap optimistis menjalankan proses belajar mengajar," katanya. Jadi, ini pola yang tersebar di beberapa kecamatan.
Pemerintah daerah, menurut Erwan, punya prioritas utama: memastikan semua anak usia sekolah tetap bisa belajar. Di mana pun mereka memilih sekolah. "Orang tua memiliki hak memilih sekolah, baik SD negeri, SD swasta maupun Madrasah Ibtidaiyah. Tugas kami adalah memastikan layanan pendidikan tersedia dan terus ditingkatkan. Kalau masih ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi kami," jelasnya. Hak pilih orang tua dihormati. Pemerintah tinggal menjamin layanannya ada.
Erwan menegaskan, sekolah dengan murid sedikit tidak akan diabaikan. "Walaupun muridnya hanya satu orang, layanan pendidikannya tetap harus maksimal. Anak-anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas," tegasnya. Satu anak pun tetap punya hak yang sama.
Monitoring ini dilakukan di hari pertama masuk sekolah. Tujuannya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah libur kenaikan kelas berjalan lancar. Tim Disdik Ciamis juga turun untuk mengecek pelaksanaan MPLS. Mereka ingin semuanya aman, nyaman, dan ramah bagi semua peserta didik.
Kondisi seperti ini sebenarnya bukan hal baru di daerah-daerah dengan tingkat kelahiran rendah. Sekolah dengan satu murid adalah cerminan perubahan demografi yang perlahan mengubah peta pendidikan di Indonesia. Bukan soal kualitas guru atau fasilitas, tapi soal berapa banyak anak yang lahir di sebuah kampung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Satu Siswa Baru di Ciamis, MPLS Ditunda karena Sakit
Alat Kesehatan Posyandu Rusak, DPRD Bogor Desak Ganti
320 Siswa Baru SMAN 5 Bandung Ikuti MPLS Perdana Sekolah Maung
Lima Warga Bandung Kena Denda Rp 100 Juta Akibat Tebang Pohon
Ketua DPRD Bogor Puji Gerak Jalan Sehat Harkopnas
Korban Penyekapan Bandung Mulai Pulih, Operasi Wajah
Berita Terbaru
Appi Batal Maju Ketua Golkar Sulsel karena Syarat Tak Lengkap
SD Ciamis Hanya Punya Satu Murid Baru, Ini Penyebabnya
Rasdul Kiblat Juli 2026: Cek Arah Kiblat via Bayangan Matahari
Khofifah Larang Pejabat Jatim Mengeluh Anggaran
Tantangan Tes Buta Warna: Cari Kata Tersembunyi
5 Resto Chinese Legendaris Jakarta Berusia Ratusan Tahun
Spanyol Hajar Prancis 2-0, Melaju ke Final Piala Dunia
Inggris vs Argentina: Berebut Tiket Final Piala Dunia
Kunang-Kunang Kian Hilang, Tanda Alam Kian Rusak
