Acosta Nilai Performanya 4 dari 10
Gambar atau konten salah?
Pedro Acosta mengakui bahwa perjalanannya di paruh pertama MotoGP 2026 belum sesuai dengan apa yang ia harapkan. Pembalap tim Red Bull KTM Factory Racing ini merasa kecepatan yang ia miliki belum mampu menghasilkan hasil yang memuaskan di lintasan.
Awal musim sebenarnya berjalan cukup menjanjikan bagi Acosta. Ia berhasil memenangkan Sprint Race di MotoGP Thailand. Namun setelah 11 seri balapan berlangsung, pembalap asal Spanyol itu belum pernah sekalipun merasakan kemenangan di balapan utama. Dalam enam seri terakhir, ia bahkan gagal menyelesaikan balapan sebanyak tiga kali karena mengalami DNF (Did Not Finish).
Akibat dari berbagai hasil buruk tersebut, posisi Acosta di klasemen sementara MotoGP 2026 turun ke peringkat ketujuh. Prestasi terbaiknya dalam balapan terakhir adalah finis di posisi keempat saat MotoGP Jerman. Namun ia mengaku bahwa performanya sepanjang musim banyak terganggu oleh masalah teknis pada motor KTM. Selain itu, ia juga mengalami cedera carpal tunnel yang didapat saat MotoGP Belanda di sirkuit Assen.
Karena kondisi itulah, Acosta memberikan dua nilai yang berbeda untuk penampilannya musim ini. "Ini pertama kalinya saya akan memberi nilai tinggi," ujar Acosta sambil bercanda, seperti dikutip dari Crash.net. "Saya memberi nilai tujuh untuk performa saya. Tapi kalau melihat keseluruhan paruh pertama musim, saya hanya memberi nilai empat."
Menurut Acosta, banyak poin yang seharusnya bisa ia raih tetapi melayang begitu saja akibat persoalan teknis yang terus muncul. Ia berharap masa jeda musim panas bisa dimanfaatkan oleh tim KTM untuk mencari tahu penyebab masalah teknis yang selama ini menghambat performanya. "Kami mengalami banyak masalah teknis. Saya kehilangan poin di Barcelona, Brno, dan Assen. Seharusnya kami bisa berada di posisi yang lebih depan, tapi memang seperti itulah kenyataannya. Kalau dirata-rata, mungkin nilainya lima," katanya.
Meskipun belum meraih kemenangan grand prix musim ini, Acosta melihat ada satu sisi positif yang bisa ia ambil dibandingkan musim lalu. Pada paruh pertama MotoGP 2025, ia cukup sering melakukan kesalahan sendiri, termasuk beberapa kali terjatuh. Namun tahun ini, kesalahan-kesalahan seperti itu berhasil ia kurangi secara signifikan. "Saya tidak membuat banyak kesalahan dibanding tahun lalu. Itu hal yang positif," ujar pembalap berusia 22 tahun tersebut.
Secara keseluruhan, Acosta menilai bahwa dirinya masih memiliki potensi untuk bersaing di papan atas, tetapi masalah teknis dan cedera menjadi penghalang utama. Jeda musim panas menjadi momen penting bagi KTM untuk memperbaiki motor dan bagi Acosta untuk memulihkan kondisi fisiknya. Jika semua masalah bisa teratasi, bukan tidak mungkin ia akan tampil lebih kompetitif di paruh kedua musim nanti.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Crutchlow Gantikan Zarco Lagi di MotoGP Silverstone
Acosta Resmi Gabung Ducati, Gesekan dengan Marquez Dianggap Wajar
Bezzecchi Target Comeback di Silverstone Usai Operasi Bahu
Conor McGregor Kalah TKO 69 Detik dari Holloway
Dua Petinju Putri Indonesia Melaju ke Final Asian Boxing 2026
Kuis Tebak Rider MotoGP, Hadiah Saldo Rp250 Ribu
Berita Terbaru
Acosta Nilai Performanya 4 dari 10
Ijeck Desak Jalur Kereta Medan-Aceh Dipercepat
Peron Stasiun Bogor Kini Bisa Tampung Rangkaian Kereta 12 Gerbong
Appi Batal Maju Ketua Golkar Sulsel karena Syarat Tak Lengkap
SD Ciamis Hanya Punya Satu Murid Baru, Ini Penyebabnya
Rasdul Kiblat Juli 2026: Cek Arah Kiblat via Bayangan Matahari
Khofifah Larang Pejabat Jatim Mengeluh Anggaran
Tantangan Tes Buta Warna: Cari Kata Tersembunyi
5 Resto Chinese Legendaris Jakarta Berusia Ratusan Tahun
