Diare Lebaran: Tubuh Adaptasi Puasa, Hindari Pedas Cepat

Bima J. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 46 dibaca
Bisik.id
Diare Lebaran: Tubuh Adaptasi Puasa, Hindari Pedas Cepat

Gambar atau konten salah?

Prof Dr dr Ari Fahrial Syam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan bahwa kebanyakan keluhan diare saat Lebaran disebabkan tubuh yang masih menyesuaikan diri setelah satu bulan berpuasa.

Di balik kegembiraan menikmati makanan khas Lebaran, banyak orang mengeluhkan gangguan pencernaan. Salah satunya adalah diare.

Pertama adalah diare, terutama setelah mengonsumsi makanan yang pedas-pedas. Kita tahu dalam satu bulan terakhir ini, kita mengurangi makanan yang pedas-pedas,” kata Prof Ari, dikutip dari akun Instagramnya, Rabu (25 Maret 2026).

Ia menambahkan, “Dalam beberapa hari pertama di Bulan Syawal ini mulailah kita mengonsumsi makanan yang pedas-pedas dan ini akan merangsang terjadinya diare,” sambungnya.

Prof Ari menjelaskan bahwa kondisi ini sering disebut Irritable Bowel Syndrome (IBS), atau sindrom iritasi usus, yang ditandai nyeri perut berulang, kembung, dan perubahan pola buang air besar.

Oleh karena itu, kalau memang hobi makan cabai itu ada pada teman-teman sekalian, maka kita haru melakukannya secara bertahap,” kata Prof Ari.

Jika diare atau gangguan pencernaan lain tetap muncul, ia menyarankan, “Kita mesti setop, jangan dilanjutkan,” tutupnya.

Dengan memahami bahwa tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan kembali, konsumen dapat mengurangi risiko diare dengan memperkenalkan makanan pedas secara perlahan. Jika gejala tidak mereda, menghentikan konsumsi makanan yang diduga memicu menjadi langkah bijak.

diareLebaranmakanan pedasIBSpencernaanRSCMProf Dr. Ari Fahrial Syam

Komentar

Memuat komentar...