Direktur Agrinas Bantah Isu Kipas Angin Rp 1,8 Triliun

Jaka M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Direktur Agrinas Bantah Isu Kipas Angin Rp 1,8 Triliun

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, angkat bicara soal isu yang ramai belakangan ini. Perusahaannya mendapat tugas mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk dua tahun ke depan. Tugas itu mencakup pembangunan, pengadaan, hingga menjalankan koperasi tersebut.

Tapi yang jadi perbincangan hangat bukan soal koperasi. Melainkan kabar pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun. Joao dengan tegas menyatakan dirinya tidak pernah menyebut angka tersebut. Ia juga enggan berkomentar lebih jauh soal kebenaran kabar itu.

"Itu kan (kipas angin) sarana prasarana. Tapi kalau kipas kan bukan saya ngomong. Tanya sama yang ngomong gitu. Kan biar kalian muatin dulu, biar ramai dulu, nanti saya jelasin satu kali kan selesai," kata Joao kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Joao mengaku tidak pernah mengadakan rapat khusus soal pengadaan kipas angin tersebut. Ia juga tidak tahu dari mana asal usul kabar itu hingga menjadi sorotan publik beberapa waktu terakhir.

"Saya enggak tahu. Saya enggak tahu dia ngomong di mana, saya juga baca berita, saya lihat ini, ya sudah biarin saja orang enggak ada urusan sama saya, ngapain saya urusin," jelas Joao.

Soal tanggung jawab anggaran pengadaan, Joao punya jawaban lain. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyebut pengadaan KDMP menjadi tanggung jawab Agrinas Pangan. Tapi Joao mengaku perusahaannya belum menerima alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan.

"Nanti nanti saya tanya Pak Menkeu gitu. Pak Menkeu sudah kasih uang belum? Saya belum merasa gitu," ujar Joao.

Kisruh ini bermula dari pertanyaan Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi pada Rabu, 15 Februari lalu. Ia mempertanyakan kebenaran proyek pengadaan kipas angin yang nilainya disebut jauh di atas harga pasar.

"Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp 1,8 triliun. Lalu dari isu ini kami mencari informasi tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini. Kami juga informasi pihak-pihak terkait tidak berani jawab," kata Mufti dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Rabu, 15 Juli.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengecek langsung kebenaran kabar tersebut. Menurutnya, pengadaan KDMP memang menjadi tanggung jawab Agrinas Pangan. Kemenkeu hanya berperan membayar angsuran kredit modal KDMP di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Mungkin kalau koperasi kan memang itu yang tanggung jawab si Agrinas kan. Kita hanya bayar cicilannya saja. Cuma manajemen segala macam di sana," ungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Dari penjelasan para pejabat, terlihat ada perbedaan pemahaman soal siapa yang bertanggung jawab atas pengadaan barang di KDMP. Agrinas Pangan mengaku belum mendapat anggaran, sementara Kemenkeu menyebut pengadaan adalah tugas Agrinas. Kabar kipas angin Rp 1,8 triliun sendiri belum dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak mana pun.

kipas anginRp 1,8 triliunAgrinas PanganKoperasi Desa Merah Putihpengadaananggaranklarifikasi

Komentar

Memuat komentar...