Dolar AS Dekati Rp 18.000, Rupiah Melemah 0,31%
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis pagi, 15 Oktober 2026. Mata uang Negeri Paman Sam itu kini mendekati level psikologis Rp 18.000.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS tercatat melemah 0,31% ke posisi Rp 17.959 pada perdagangan pagi ini. Padahal, saat pembukaan perdagangan, dolar AS sempat berada di level Rp 17.951. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp 17.903.
Sepanjang tahun 2026, dolar AS telah menguat cukup signifikan, yakni 7,67% terhadap rupiah. Para pelaku pasar memperkirakan pergerakan dolar AS hari ini akan berada dalam rentang Rp 17.944 hingga Rp 17.965.
Pagi ini, pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya cenderung bervariasi. Terhadap euro, dolar AS menguat 0,63%. Penguatan juga terjadi terhadap poundsterling Inggris, yakni sebesar 0,42%.
Sementara itu, dolar AS justru melemah terhadap sejumlah mata uang Asia dan negara maju lainnya. Terhadap yen Jepang, dolar AS turun 0,42%. Pelemahan juga terjadi terhadap dolar Australia sebesar 0,22%, dolar Kanada 0,20%, dan franc Swiss yang turun paling dalam, yakni 0,77%.
Penguatan dolar AS yang berkelanjutan ini menjadi perhatian bagi perekonomian domestik, terutama karena mendekatinya nilai tukar ke level Rp 18.000 dapat berdampak pada harga barang impor dan stabilitas pasar keuangan di dalam negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Anjlok 31,91% Sepanjang 2026
JAWA Terima Sanksi Karhutla, Manajemen Pastikan Produksi Tetap Normal
Pertamina Operasikan 66 SPBU 24 Jam Atasi Antrean BBM di Bali
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
