DPR: Transportasi Publik Kunci Tarik Wisatawan

Arif S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 39 dibaca
Bisik.id
DPR: Transportasi Publik Kunci Tarik Wisatawan

Gambar atau konten salah?

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti persoalan aksesibilitas dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Ia menekankan bahwa daya tarik destinasi saja tidak cukup tanpa adanya sarana transportasi publik yang memadai dan terhubung.

Pernyataan ini disampaikan Bambang Haryo saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Diseminasi Pemasaran Pariwisata Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Komisi VII DPR RI di Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, transportasi publik yang efisien adalah kunci utama untuk menarik minat wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, untuk mengunjungi berbagai lokasi wisata di Indonesia. Ia membandingkan kondisi ini dengan negara tetangga.

Destinasi wisata kita sangat butuh akses transportasi publik yang terintegrasi. Turis asing sering ragu berkunjung karena negara tetangga sudah memiliki sistem transportasi yang memadai, yang langsung terhubung ke lokasi wisata,” katanya.

Bambang Haryo memberikan contoh kasus di Bali. Ia menyebutkan bahwa terjadi kepadatan dan ketidaknyamanan di sana karena mayoritas wisatawan harus mengandalkan kendaraan pribadi. "Bali sekarang overload karena semua wisatawan, baik domestik maupun asing, harus memakai kendaraan pribadi. Ini harus segera dibenahi," tegasnya.

Ia menyatakan optimisme bahwa Indonesia dapat bersaing di tingkat global asalkan pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki fasilitas publik pendukung pariwisata. "Potensi kita luar biasa, ada ribuan destinasi wisata alam dan budaya. Negara lain bisa menargetkan puluhan juta turis, masa kita kalah dengan potensi sebesar ini," ia menambahkan.

Selain infrastruktur fisik, Bambang Haryo juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-sektor untuk memperkuat promosi pariwisata. Ia menyarankan agar pelaku usaha lokal turut aktif menjadi "corong" promosi destinasi.

“Kita punya 300 ribu restoran dan ratusan ribu hotel yang bisa jadi corong promosi,” ujarnya. Ia bahkan menyebutkan potensi peran Pekerja Migran Indonesia (TKI). "Bahkan TKI pun bisa berperan, satu TKI menargetkan dua wisatawan saja, kita sudah bisa datangkan jutaan turis," paparnya.

Pentingnya konektivitas transportasi publik yang baik menjadi sorotan utama untuk memaksimalkan potensi besar destinasi wisata Indonesia dan meningkatkan jumlah kunjungan turis secara signifikan.

Transportasi PublikPariwisata DigitalAksesibilitas DestinasiKonektivitas WisataBimtek KemenparPromosi Wisata

Komentar

Memuat komentar...