Dua Emiten Baru Siap IPO di Awal Juli 2026
Gambar atau konten salah?
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera menyambut kedatangan dua perusahaan baru yang melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO. Hingga pertengahan tahun 2026, jumlah emiten yang tercatat di bursa baru bertambah satu. Kini, dua calon emiten baru siap melantai pada awal bulan depan.
Dua perusahaan yang dimaksud adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECK) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Keduanya akan memulai penawaran saham perdana secara bersamaan di awal bulan depan.
JECK Incar Dana Segar Rp 683 Miliar
Nitrasanata Dharma berencana melepas sebanyak-banyaknya 487.983.500 saham biasa. Jumlah ini setara dengan sekitar 15% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Perusahaan mematok harga saham JECK pada kisaran Rp 1.200 hingga Rp 1.400 per saham.
Dengan harga tersebut, Nitrasanata Dharma berpotensi memperoleh dana segar sebesar Rp 683,17 miliar. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Manajemen JECK dalam prospektus IPO yang diterbitkan pada Senin, 22 Juni 2026, menyatakan bahwa jumlah penawaran umum perdana saham adalah sebanyak-banyaknya Rp 683.176.900.000. Jumlah ini terdiri dari dua bagian. Pertama, sebanyak-banyaknya Rp 455.451.220.000 dari penawaran umum atas saham baru. Kedua, sebanyak-banyaknya Rp 227.725.680.000 dari penawaran umum atas saham divestasi.
Dana hasil IPO ini akan dialokasikan untuk beberapa keperluan. Sebesar Rp 40 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk. Kemudian, sekitar Rp 100 miliar dialokasikan untuk pembayaran awal pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Selanjutnya, sekitar Rp 185 miliar akan digunakan untuk modal kerja dan pembayaran pokok utang anak usaha Nitrasanata Dharma. Sisa dana IPO lainnya akan digunakan untuk modal kerja JECK. Modal kerja ini mencakup biaya kegiatan operasional seperti gaji dan tunjangan karyawan.
EMMI Incar Dana Rp 269 Miliar
Sementara itu, Esa Medika Mandiri akan menggelar IPO dengan melepas sebanyak-banyaknya 522.857.000 saham. Jumlah ini setara dengan sekitar 30% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Harga yang dipatok EMMI pada penawaran perdananya adalah Rp 446 hingga Rp 515 per saham.
Dengan harga tersebut, Esa Medika Mandiri akan menghimpun dana segar sebesar Rp 269,27 miliar. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana efek.
Manajemen EMMI dalam prospektus menyatakan bahwa jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 269.271.355.000.
Dana hasil IPO tersebut akan dialokasikan untuk beberapa keperluan. Sebesar Rp 50 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman. Kemudian, sekitar 11,8% dana IPO akan dialokasikan untuk pengembangan usaha. Pengembangan usaha ini berupa pembangunan gedung pabrik di Cikupa. Selanjutnya, sekitar 68,7% dana IPO akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Kebutuhan modal kerja ini mencakup pembelian barang dan bahan baku.
Menanti Empat IPO Awal Juli
Sebagai informasi, akan ada empat IPO di awal bulan Juli 2026. Aksi korporasi ini akan dilakukan oleh beberapa perusahaan. PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECK) akan melaksanakan IPO pada 7 Juli 2026. PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) akan melaksanakan IPO pada 8 Juli 2026. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) akan melaksanakan IPO pada 9 Juli 2026. PT Niramas Utama Tbk (JELI) juga akan melaksanakan IPO pada 7 Juli 2026.
Pada pemberitaan sebelumnya, JELI akan melepas 350 juta saham baru. Jumlah ini setara dengan 25,93% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Produsen nata de coco ini akan menawarkan harga di kisaran Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham. Total nilai emisi yang diincar adalah sebanyak-banyaknya Rp 392 miliar.
Kemudian PRDL, dalam IPO awal bulan depan, akan melepas 522,9 juta saham baru. Jumlah ini setara dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham. PRDL mematok harga di kisaran Rp 100 hingga Rp 120 per saham. Potensi total nilai emisi yang diincar adalah sebanyak-banyaknya Rp 62,75 miliar.
Kehadiran keempat emiten baru ini di awal Juli 2026 menunjukkan geliat pasar modal yang masih aktif. Meskipun hingga pertengahan tahun baru bertambah satu emiten, namun dalam waktu singkat akan ada empat perusahaan yang siap melantai. Ini menandakan bahwa minat perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal masih cukup tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Anjlok 1,25%, Nyaris Tinggalkan Level 6.000
Pendaftaran Magang Nasional 2026 Dibuka Juli, Siapkan Akun SIAPkerja
Harga Emas Antam Stagnan, 1 Gram Tetap Rp 2.668.000
Tiga Lembaga Negara Kini Boleh Jadi Pemegang Saham BEI
IHSG Ditutup Stabil, Aksi Jual Asing Capai Rp3,19 Triliun
Penipuan Online Tembus Rp9,5 Triliun, DANA Luncurkan Posko Keliling
