IHSG Anjlok 1,25%, Nyaris Tinggalkan Level 6.000
Gambar atau konten salah?
Pada perdagangan sesi pertama hari Senin, 22 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan. Indeks saham Garuda hampir meninggalkan level 6.000-an. Data dari RTI Business menunjukkan IHSG turun 1,25% menjadi 6.099,92 pada penutupan sesi pertama. Sebelumnya, IHSG sempat menguat di level 6.226,71 saat pembukaan perdagangan.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 13,42 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,62 triliun. Jumlah saham yang diperdagangkan selama sesi pertama ini adalah 1.105.744 kali. Sejalan dengan itu, papan perdagangan utama LQ45 juga melemah 1,27% ke level 601.671. Sebanyak 476 saham melemah, 200 saham menguat, dan 135 saham bergerak stagnan.
Hingga penutupan sesi pertama, beberapa saham dengan kapitalisasi besar mengalami koreksi. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,71% ke harga Rp 1.620 per saham. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) juga melemah 3,57% ke harga Rp 2.970 per saham. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 2,72% ke harga Rp 3.570 per saham.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat nasib serupa dengan koreksi 2,33% ke harga Rp 2.520 per saham. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melemah 1,86% ke harga Rp 4.230 per saham.
Pelemahan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Banyak saham besar yang ikut terkoreksi, menunjukkan tekanan di pasar saham pada hari itu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
