Dua Wanita Tewas Tanpa Tanda Kekerasan di Rumah Deli Serdang
Gambar atau konten salah?
Ai Kiat, seorang wanita berusia 70 tahun, dan Linawati, anaknya yang berusia 38 tahun, ditemukan tewas di rumah mereka di Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Kedua tubuhnya sudah mulai membusuk ketika polisi tiba di tempat kejadian.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Herman Sentosa, Selasa, 26 Mei 2026, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ia menyatakan, “Enggak ada tanda-tanda kekerasan. Keterangan yang kami terima, ibunya itu lumpuh, anaknya itu memang sakit‑sakit. Belum tahu pasti apa riwayatnya (sakit).”
Herman menambahkan bahwa kedua korban hanya tinggal berdua di rumah tersebut. Saat ini, jasad belum diambil oleh keluarga karena masih berada di luar kota. Polsek Sunggal berencana melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian. “Belum (jasad belum diserahkan ke keluarga), belum diambil jenazahnya. Nanti rencana mau kami autopsi dulu untuk memastikan penyebab kematian lah,” ujarnya.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh warga pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 11.00 WIB. Saat polisi tiba, mereka menemukan dua mayat perempuan di dalam rumah. Linawati tergeletak di ruang tamu, sementara Ai Kiat ditemukan di lantai dua.
Menurut tetangga, bau busuk sudah tercium di sekitar rumah beberapa hari sebelum polisi datang. Karena curiga, warga memanggil kepala dusun. Kadus mengambil tangga, menatap jendela, dan melihat mayat di ruang tamu. Ia kemudian menghubungi polisi. Bersama masyarakat, perangkat desa membuka pintu depan rumah dengan paksa dan menemukan kedua korban sudah meninggal.
Setelah pemeriksaan, polisi tidak menemukan bekas luka atau tanda kekerasan pada tubuh. Keluarga korban telah dihubungi untuk diberitahu tentang keadaan.
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan warga terhadap tanda-tanda kesehatan yang tidak biasa. Meskipun tidak ada bukti kekerasan, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi. Situasi ini juga mengingatkan bahwa rumah sakit dan layanan kesehatan harus lebih responsif terhadap warga yang mengalami kondisi medis serius, terutama di daerah terpencil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Habonaron: Kepercayaan Asli Simalungun yang Masih Hidup
Rekrutmen Bintara TNI AL Gelombang III 2026: Daftar Sekarang
Pemadaman Listrik Medan Akibat Hujan Deras, PLN Pengerjaan
Banjir di Jalan Meteorologi: Kendaraan Terjebak Tinggi Paha
Banjir Deras Hujan Malam 3 Juni Rendam Jalan Medan Helvetia
58 Huntara Langkahan Rusak Angin Kencang, PU Siap Perbaikan
Berita Terbaru
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
Zodiak Sagittarius 4 Juni 2026: Energi Positif dan Keputusan
