Ekspor Jabar ke Pakistan Tumbuh 22,81 Persen

Tika M. · 4 min baca · 1 jam lalu · 21 dibaca
Bisik.id
Ekspor Jabar ke Pakistan Tumbuh 22,81 Persen

Gambar atau konten salah?

Nilai ekspor dari Jawa Barat ke Pakistan mencapai angka US$ 242,18 juta selama periode Januari hingga Agustus 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 22,81% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyebut pencapaian ini sebagai momentum yang tepat. Menurutnya, ini adalah kesempatan untuk memperluas pasar internasional dan membuka lebih banyak peluang perdagangan bagi produk-produk unggulan dari daerah.

"Provinsi Jawa Barat memiliki peran strategis dalam perdagangan internasional Indonesia," ujar Erwan dalam keterangan tertulis pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa peran ini didukung oleh kapasitas industri manufaktur yang besar, keragaman komoditas ekspor, serta jaringan pengusaha yang sudah terintegrasi dalam rantai pasok global.

Pernyataan itu disampaikan Erwan saat menghadiri acara Welcome Dinner bersama delegasi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan. Acara tersebut berlangsung di Menara Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Menurut Erwan, perkembangan ekspor ke Pakistan memberikan sinyal positif. Setelah mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, nilai ekspor kembali menunjukkan peningkatan pada tahun 2025. Tren positif ini berlanjut pada periode Januari hingga Agustus 2026.

Data menunjukkan fluktuasi yang cukup jelas. Pada tahun 2021, nilai ekspor Jawa Barat ke Pakistan tercatat sebesar US$ 496,17 juta. Angka ini kemudian berubah-ubah hingga tahun 2023. Setelah itu, ekspor kembali tumbuh dari US$ 266,96 juta pada tahun 2024 menjadi US$ 322,84 juta pada tahun 2025. Artinya, ada kenaikan sekitar 20,93% secara tahunan.

"Pertumbuhan ini memberikan indikasi positif bagi penguatan kinerja ekspor Jawa Barat di pasar Pakistan," kata Erwan. Ia menambahkan bahwa ini sekaligus menjadi momentum untuk mengoptimalkan peluang perdagangan bilateral antara kedua pihak.

Dari sisi komoditas, kendaraan beserta bagiannya menjadi penyumbang terbesar. Selama Januari-Agustus 2026, nilai ekspor untuk kategori ini mencapai US$ 82,67 juta. Peringkat kedua ditempati oleh serat stapel buatan dengan nilai ekspor sebesar US$ 49,48 juta.

Selain dua komoditas utama itu, ada beberapa produk lain yang juga berkontribusi. Produk-produk tersebut meliputi kosmetika, besi dan baja, kertas dan karton, mesin mekanis, serta produk farmasi. Keragaman ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan perdagangan tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja. Industri otomotif, tekstil, dan berbagai produk manufaktur lainnya juga punya peran penting.

"Ini cukup dominan pada transaksi ekspor Jawa Barat ke Pakistan," ungkap Erwan.

Selain komoditas yang sudah menjadi andalan, ada sejumlah produk lain yang dinilai punya potensi besar di pasar Pakistan. Produk-produk itu antara lain adalah fesyen, seperti topi dan pakaian olahraga. Ada juga beras dari Cianjur, kopi, produk perawatan kulit, hingga kerajinan tangan.

Langkah ini diharapkan bisa mempertemukan produsen lokal dengan calon pembeli dari Pakistan. Pada akhirnya, ini juga bertujuan untuk memperluas jaringan pemasaran produk Jawa Barat ke luar negeri.

"Saya optimistis bahwa sinergi antara pelaku usaha Jawa Barat dan para delegasi Pakistan akan membuka arus perdagangan yang semakin kuat dan saling menguntungkan kedua belah pihak," tutur Erwan.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan, Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo, menilai peluang peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Pakistan masih terbuka lebar. Ia menyinggung kerja sama perdagangan yang sudah berjalan melalui Preferential Trade Agreement (PTA). Ia juga menyampaikan harapan untuk mengembangkan kerja sama menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

"Ini merupakan peluang besar bagi kita untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Saya berharap kehadiran kami di sini dapat dimanfaatkan dengan baik," ujar Chandra.

Chandra mendorong para pelaku usaha untuk aktif membangun komunikasi. Ia meminta mereka untuk bertanya mengenai peluang pasar dan memperluas jejaring dengan mitra bisnis dari Pakistan.

"Kepada rekan-rekan pelaku usaha dari Pakistan, silakan manfaatkan kesempatan ini. Bangun jejaring, ajukan pertanyaan, dan jajaki berbagai peluang kerja sama yang tersedia," katanya.

Chandra juga menyoroti potensi Jawa Barat dalam pengembangan industri halal. Menurutnya, provinsi ini punya peluang besar untuk menjadi mitra penting bagi pelaku usaha Pakistan. Hal ini terutama berlaku dalam perdagangan produk halal dan komoditas unggulan lainnya.

"Sebagai seseorang yang lahir di Jawa Barat, saya sangat bangga bisa berada di sini. Saya berharap malam ini kita dapat terus mengembangkan hubungan baik dengan Pakistan," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chandra juga menanggapi keraguan sebagian pihak mengenai keamanan Pakistan. Ia menyampaikan bahwa komunikasi dan interaksi langsung bisa membantu membangun pemahaman yang lebih baik. Dengan begitu, peluang kerja sama di negara tersebut bisa lebih terbuka.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan dagang antara Indonesia dan Pakistan. Selain itu, acara ini juga bertujuan mendorong produk unggulan Jawa Barat agar bisa menembus pasar internasional.

Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, peningkatan ekspor bukan hanya soal nilai perdagangan semata. Ini juga tentang peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing para pelaku usaha di daerah.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekspor ini menunjukkan bahwa produk-produk dari Jawa Barat memiliki daya saing yang cukup baik di pasar Pakistan. Keragaman komoditas yang diekspor, mulai dari kendaraan hingga produk fesyen dan pertanian, memberikan gambaran bahwa potensi kerja sama masih bisa terus dikembangkan. Dukungan dari pemerintah provinsi dan peran aktif para duta besar menjadi faktor penting dalam menjaga momentum positif ini.

eksporJawa BaratPakistanpertumbuhankomoditaspeluangperdagangan

Komentar

Memuat komentar...