Festival Pulang Kampung 2026 Bawa UMKM dan Budaya Nganjuk

Rini S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Festival Pulang Kampung 2026 Bawa UMKM dan Budaya Nganjuk

Gambar atau konten salah?

Festival Pulang Kampung 2026 kembali digelar di Kabupaten Nganjuk, berlangsung dari 16 Maret 2026 sampai 29 Maret 2026. Acara ini diselenggarakan di lapangan outdoor GOR Bung Karno, Jalan Barito, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk. Tagline yang dipakai adalah "budal merantau gae masa depan, bali neng Nganjuk gae nentremne pikiran", menekankan pentingnya kembali ke kampung halaman.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi para perantau yang mudik. Ia mengatakan, "Festival Pulang Kampung 2026 dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi para perantau yang mudik, sekaligus hiburan bagi masyarakat lokal dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri." Acara dibuka secara langsung pada 16 Maret 2026 dengan pemotongan pita dan pertunjukan kesenian jaranan hingga barongsai.

Menariknya, Bupati menekankan dampak ekonomi yang signifikan. Ia menuturkan, "Dengan kegiatan seperti ini ekonomi Nganjuk akan terus bergerak. UMKM tumbuh, masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya." Hal ini menunjukkan bahwa festival tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga platform bagi pelaku usaha lokal.

Bazar UMKM menjadi salah satu highlight festival. Sekitar 100 pelaku usaha lokal berpartisipasi, menampilkan bazar multiproduk, festival kuliner, dan wahana permainan keluarga. Pengunjung dapat mengikuti lomba mewarnai, menikmati panggung musik live, serta berbagai perlombaan menarik lainnya.

Puncak keramaian biasanya terjadi pada malam hari, terutama pada 20 Maret 2026 dan 21 Maret 2026, ketika ribuan warga mengisi area festival. Mereka menikmati hiburan sekaligus berburu kuliner khas, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan.

Bupati juga menegaskan tujuan festival sebagai sarana melepas rindu bagi pemudik. Ia menambahkan, "Kita berupaya menghadirkan suasana yang menentramkan hati para pemudik saat pulang ke Nganjuk." Hal ini menandakan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan emosional warga yang kembali ke kampung.

Salah satu pengunjung, Istin Suryani, pemudik asal Jakarta berusia 50 tahun, mengungkapkan kesan positif. Ia berkata, "Bagus sekali, apalagi saya bawa anak-anak. Jadi mereka tetap bisa menikmati hiburan menarik di kampung halaman." Testimoni ini menunjukkan keberhasilan festival dalam menyatukan keluarga.

Secara keseluruhan, Festival Pulang Kampung 2026 berhasil menggabungkan unsur kebudayaan, ekonomi, dan kebersamaan. Dengan partisipasi luas dari pelaku UMKM dan warga, acara ini menegaskan pentingnya kembali ke akar budaya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Festival Pulang Kampung 2026NganjukUMKMGOR Bung KarnoIdul FitriBazar UMKMKebudayaan

Komentar

Memuat komentar...