Dampak Kemarau di Tasikmalaya: Danau Situ Gede Hampir Kering

Jaka M. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Dampak Kemarau di Tasikmalaya: Danau Situ Gede Hampir Kering

Gambar atau konten salah?

Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kota Tasikmalaya. Sektor pariwisata dan pertanian menjadi yang paling terpukul. Sudah berminggu-minggu, tidak ada setetes hujan pun yang turun.

Akibatnya, volume air di objek wisata Danau Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, menyusut drastis. Kini, hanya tersisa sekitar 20 persen dari kapasitas normalnya. Danau seluas 47 hektare ini mengering karena pasokan air dari irigasi Sungai Cibanjaran terhenti total. Sungai itu adalah sumber utama air danau.

Kondisi ini memicu masalah berantai. Lahan pertanian terancam produktivitasnya. Pendapatan para pelaku usaha wisata di Situ Gede pun ikut terpukul. Fungsi danau sebagai pemasok air irigasi kini lumpuh. Dari lima pintu air pengeluaran (outlet) yang ada, hanya satu pintu penguras yang masih bisa berfungsi.

"Sekarang hanya mengandalkan sisa air yang ada karena inlet (air masuk) dari irigasi Cibanjaran sudah kering total," ujar Aminudin, seorang warga yang juga petani, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Aminudin, jika Situ Gede benar-benar kering, ada ratusan hektare area pertanian yang akan terdampak. Terutama yang berada di wilayah Mangkubumi, Cihideung, dan Cipedes.

"Kalau sawah saya, sekarang masih kebagian air. Untung sebentar lagi panen, nanti kalau beres panen dan hujan belum turun, mungkin akan istirahat dulu menanam," kata Aminudin.

Sektor pariwisata juga tak luput dari dampak serius. Para penyedia jasa sewa perahu merasakan pukulan paling telak. Mereka terpaksa menambatkan armadanya.

"Sudah jadi risiko kami, istirahat saja dulu," kata Diki, salah seorang penyedia jasa sewa perahu.

Untuk sementara, Diki mengaku harus rela kehilangan pendapatan. Padahal, usaha itu selama ini menjadi tumpuan hidup keluarganya.

"Biasanya di hari Minggu dapat sekitar sepuluh putaran, sekarang sudah sekitar 1 bulan tidak sama sekali," kata Diki.

Diki bilang, sebenarnya dia bisa memaksakan beroperasi di sisa genangan air yang ada. Tapi risikonya terlalu besar. Perahu dan mesin bisa rusak.

"Kalau air surut kayak gini risikonya lebih gede lagi, takut kena batu, kalau rusak, mesin atau perahu harus dibawa ke Pangandaran," kata Diki.

Mumu, seorang pedagang kuliner di kawasan Situ Gede, juga mengeluhkan omzet yang turun drastis sejak danau mulai mengering.

"Kunjungan wisatawan merosot hingga 50 persen. Efeknya ke dagangan jadi sepi pembeli. Tapi nasib tukang perahu lebih parah lagi, mereka sama sekali tidak bisa beroperasi karena airnya habis," keluh Mumu.

Mewakili para pelaku usaha di Situ Gede, Mumu berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Dia meminta solusi konkret untuk memulihkan perekonomian di sana.

"Kami berharap pemerintah bisa memfasilitasi acara-acara di sini, entah itu bazaar, pameran, atau event pariwisata lainnya. Yang penting kawasan ini bisa ramai pengunjung," kata Mumu.

Di tengah dampak buruk yang melanda petani dan pelaku usaha, fenomena alam ini justru menyuguhkan pemandangan unik. Tepian danau yang mengering berubah menjadi hamparan padang rumput hijau yang luas. Pemandangan ini kian eksotis dengan kehadiran puluhan burung kuntul yang mencari makan di sisa air danau.

Daya tarik baru ini mulai dilirik para pemburu foto. Tak sedikit masyarakat yang sengaja datang untuk berfoto. Mereka ingin menangkap momen langka yang menyajikan estetika alam berbeda di tengah krisis air.

Krisis air di Situ Gede menunjukkan bagaimana satu sumber daya alam bisa memengaruhi banyak sektor sekaligus. Petani kehilangan air irigasi, pelaku wisata kehilangan pengunjung, dan pendapatan warga sekitar pun ikut menurun. Namun, di saat yang sama, pemandangan yang muncul justru menarik minat pengunjung baru. Situasi ini menjadi gambaran nyata bahwa musim kemarau membawa dampak yang tidak sederhana — ada yang rugi, ada pula yang melihat peluang.

musim kemaraukrisis airSitu Gedepertanianpariwisatapendapatandampak ekonomi

Komentar

Memuat komentar...