FIFA Ubah Aturan Piala Dunia 2026, Head-to-Head Jadi Penentu Grup
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, FIFA memutuskan menggunakan aturan head-to-head untuk menentukan posisi di klasemen fase grup Piala Dunia 2026. Keputusan ini menandai perubahan besar dari sistem yang sudah dipakai selama puluhan tahun.
Sejak edisi 1970 hingga Piala Dunia 2022 lalu, FIFA selalu mengandalkan selisih gol secara keseluruhan sebagai penentu utama jika ada dua tim atau lebih yang memiliki poin sama. Artinya, jumlah gol yang dicetak dan kebobolan menjadi faktor paling penting. Setiap tim akan berusaha keras mencetak gol sebanyak mungkin supaya unggul saat poin mereka sama dengan tim lain di klasemen akhir.
Tapi mulai tahun 2026, perhitungan itu berubah total. FIFA kini mengadopsi sistem yang sudah lama dipakai UEFA, yaitu head-to-head. Cara kerjanya sederhana: misalnya tim A dan tim B punya poin sama di akhir fase grup, tapi tim A pernah mengalahkan tim B saat keduanya bertemu langsung, maka tim A otomatis berada di posisi lebih tinggi. Hasil pertemuan langsung jadi yang paling penting.
BBC melaporkan bahwa perubahan ini didasari oleh keyakinan bahwa sistem head-to-head lebih adil. Kenapa? Karena sistem ini mengutamakan hasil pertandingan antara dua tim yang bersaing langsung, bukan membandingkan total gol mereka melawan tim lain yang mungkin berbeda kekuatannya.
Dampak perubahan ini langsung terasa. Sebuah tim sudah bisa mengunci posisi juara grup hanya setelah bertanding dua kali. Dengan aturan selisih gol, hal itu tidak mungkin terjadi. Sebaliknya, sebuah tim juga bisa langsung dipastikan tersingkir setelah kalah dua kali. Contoh nyata: Turki langsung angkat koper setelah kalah dari Australia dan Paraguay. Meskipun di laga terakhir Grup D mereka menang atas Amerika Serikat, dan salah satu dari Australia atau Paraguay kalah, Turki tetap jadi juru kunci karena kalah head-to-head.
Ambil contoh lain dari Grup A. Meksiko memimpin grup dengan enam poin hasil dua kemenangan. Di bawah mereka ada Korea Selatan dengan tiga poin dari dua pertandingan. Dalam aturan lama, Korea Selatan masih punya peluang menjadi juara grup asal bisa unggul selisih gol dari Meksiko. Tapi dengan aturan baru, Meksiko sudah pasti juara grup A. Sekalipun mereka kalah dari Republik Ceko di laga terakhir dan Korea Selatan menang atas Afrika Selatan—sehingga poin mereka jadi sama—Meksiko tetap di atas karena menang 1-0 saat kedua tim bertemu.
Perubahan ini tidak luput dari kritik. Sebagian pihak menilai selisih gol secara keseluruhan tetap lebih baik karena membandingkan semua hasil pertandingan yang didapat selama fase grup. Menurut mereka, sistem head-to-head terlalu sempit cakupannya.
FIFA tidak membuang aturan selisih gol sepenuhnya. Aturan ini masih dipakai sebagai cadangan. Jika sistem head-to-head gagal menentukan tim mana yang lebih unggul—misalnya karena pertemuan dua tim berakhir imbang—maka selisih gol akan jadi penentu. Selain itu, selisih gol juga masih digunakan untuk menentukan delapan tim peringkat tiga terbaik yang lolos ke babak 32 besar. Sebab tim-tim itu tidak saling bertemu di fase grup, jadi head-to-head tidak bisa diterapkan.
Perubahan aturan ini memang membawa konsekuensi besar. Tim-tim tidak bisa lagi mengandalkan strategi "cetak gol sebanyak mungkin" untuk mengamankan posisi. Yang terpenting sekarang adalah hasil pertemuan langsung dengan lawan langsung di grup. Ini membuat setiap pertandingan head-to-head terasa lebih krusial, bahkan bisa menentukan nasib sebuah tim hanya dalam dua pertandingan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jerman Comeback, Kalahkan Pantai Gading 2-1
Ederson resmi ke Manchester United, transfer 45 juta euro tuntas
Spanyol Imbang Tanpa Gol Lawan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Madrid Bantah Keras Rumor Dekati Bintang Bayern, Michael Olise
Jeremy Doku Tinggalkan Timnas Belgia Demi Temani Istri Melahirkan
Jerman Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Kalahkan Pantai Gading Lewat Gol Telat
Berita Terbaru
Jerman Comeback, Kalahkan Pantai Gading 2-1
Diskon Transmart Full Day Sale: Mesin Cuci Sharp Turun Rp 2 Juta
Penumpang Bandara Minang Anjlok 61%, Armada Pesawat Menipis
Dua Pasar Unik Ini Ubah Uang Jadi Koin Bambu
Google Ganti Doodle Piala Dunia 2026 dengan Dangdut
Matcha Lebih Kuat dari Teh Hijau, Ini 4 Manfaatnya
Korban Penganiayaan di Cileunyi Malah Minta Maaf
Penambang Pasir di Lumajang Kritis Akibat Letusan Sekunder Gunung Semeru
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Dibuka 20.000 Kuota