Jeremy Doku Tinggalkan Timnas Belgia Demi Temani Istri Melahirkan
Gambar atau konten salah?
Jeremy Doku, pemain sayap Manchester City, baru saja menyampaikan rencananya untuk meninggalkan pemusatan latihan tim nasional Belgia. Tujuannya? Menemani sang istri, Shireen, yang akan melahirkan anak pertama mereka. Rencana ini langsung menuai kritik tajam, terutama dari media Prancis dan Belgia.
Doku mengungkapkan bahwa hari perkiraan lahir (HPL) anaknya jatuh pada pekan kedua bulan Juli 2026. Waktu itu bertepatan dengan babak perempatfinal Piala Dunia 2026. Pemain berusia 22 tahun itu sudah meminta izin kepada pelatih Rudi Garcia dan Federasi Sepakbola Belgia. Ia ingin terbang ke Manchester, Inggris, jika timnas Belgia masih bertahan di turnamen.
Bagi Doku, kelahiran anak pertama adalah momen yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. "Ini anak pertama saya, jadi saya tentunya ingin ada di sana," ujar Doku dalam wawancara yang dikutip oleh Reuters. Ia melanjutkan, "Jika Anda bertanya apa mau saya, jelas tidak ada satupun orang yang ingin melewatkan kelahiran anak pertamanya. Tapi, saya juga tahu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan di sepakbola. Saya tahu federasi mendukung penuh pemain dan memahami situasinya. Kita lihat seperti apa nanti."
Namun, rencana Doku ini justru membuat sejumlah pihak kesal. Salah satunya adalah presenter dari L'Equipe France, Pierron. Ia menyebut rencana Doku sebagai momen yang menjijikkan. Menurut Pierron, Doku tidak profesional karena mementingkan urusan pribadi di atas kepentingan negara.
"Ayah itu tidak punya peran apa-apa saat melahirkan. Anda bukan yang memotong tali pusar; Anda tidak bisa melewatkan Piala Dunia begitu saja," ujar Pierron dengan nada sinis. Ucapan ini lantas mendapat tanggapan dari seorang mantan petinju Prancis yang menjadi bintang tamu di acara yang sama. Ia membela Doku dengan argumen sederhana: "Bayi itu ada sepanjang hidup. Sementara Piala Dunia selesai ketika memang sudah selesai."
Kritik terhadap Doku menyoroti dilema yang sering dihadapi atlet profesional. Di satu sisi, ada kewajiban besar terhadap tim dan negara. Di sisi lain, ada momen pribadi yang tak kalah pentingnya. Doku sendiri masih menunggu keputusan final dari federasi. Ia berharap ada jalan tengah yang bisa mengakomodasi kedua kepentingan tersebut.
Singkatnya, Doku ingin hadir saat kelahiran anak pertamanya. Namun, jadwalnya bentrok dengan Piala Dunia. Ia sudah meminta izin, tapi belum tentu dikabulkan. Media dan publik Belgia pun terbelah. Ada yang mendukung, ada yang mengkritik habis-habisan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
BRIN Gandeng Modiva, Riset Antiperspiran Alami
Prabowo Umumkan Program Tukar Tambah Motor Listrik
Icomex Bursa Komoditas RI, Siap Operasi 2027
Prabowo Canangkan Bursa Mineral RI, Target Beroperasi 2027
Insentif Motor Listrik 1 Juta Unit Menanti PMK
6 dari 9 Terminal BBM Flores Beroperasi Pascagempa
Freeport Target Setor Rp 100 Triliun per Tahun ke Negara
Pertamina Potong Rp81 Per Liter BBM untuk NTT
Freeport Ajukan IUPK Baru, Operasi Tambang Terancam Berhenti 2041
Freeport Lepas 12% Saham Gratis ke RI, Berlaku 2041
