Forum BPOM dan Kemenkes Bahas Gula Tersembunyi di Produk

Yanto K. · 3 min baca · 50 menit lalu · 14 dibaca
Bisik.id
Forum BPOM dan Kemenkes Bahas Gula Tersembunyi di Produk

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan berat badan dan berdampak pada meningkatnya risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes mellitus yang kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Peningkatan kadar gula dalam tubuh tidak hanya berasal dari makanan manis yang tampak jelas, tetapi juga dari sumber tersembunyi yang sering terlewatkan.

Di tengah tren makanan dan minuman manis yang semakin populer, masyarakat sering kali tidak menyadari asupan gula tidak hanya berasal dari gula yang terlihat secara langsung, tetapi juga hadir dalam berbagai bentuk dan istilah lain yang tersembunyi (hidden sugar) di label produk makanan maupun minuman sehari‑hari.

Edukasi mengenai pembatasan asupan gula sebenarnya sudah banyak dilakukan. Namun pada praktiknya, masih banyak masyarakat yang belum memahami berbagai bentuk penamaan gula, klaim seperti less sugar, low sugar, atau no sugar, hingga cara membaca label nutrisi dengan benar. Akibatnya, sumber‑sumber gula sering luput dari perhitungan kalori harian dan membuat upaya pengendalian konsumsi gula menjadi kurang optimal.

Mengonsumsi gula tersembunyi juga bisa diibaratkan dengan perselingkuhan dalam menjalani diet gula. Sebenarnya, 'selingkuh' dengan yang manis‑manis tidak apa‑apa, namun tetap harus mengetahui aturan dan batasan, serta teratur melakukan aktivitas fisik.

Untuk itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pelaku industri, dan forum diskusi Leader's Forum bertajuk 'Jebakan 'Hidden Sugar' Ada di Mana‑mana, Diam‑diam Bikin Gendut' diharapkan dapat membantu masyarakat lebih kritis dalam memahami kandungan gula pada produk konsumsi sehari‑hari, sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih bijak demi menjaga kesehatan metabolik jangka panjang.

Forum 'Jebakan 'Hidden Sugar' Ada di Mana‑mana, Diam‑diam Bikin Gendut' akan dibahas pentingnya literasi label nutrisi dan pemahaman istilah seperti less sugar, low sugar, dan no sugar. Selain itu, forum ini akan mengupas tuntas pengaturan pola makan dan pemilihan bahan makanan dengan indeks glikemik rendah membantu mengontrol gula darah.

Di tengah angka prevalensi diabetesi yang tinggi, forum ini juga akan membahas produk dengan nutrisi lengkap dan seimbang, indeks glikemik rendah (GI 44), serta kandungan isomaltulosa dan inulin yang membantu menjaga stabilitas gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, forum ini juga akan memberikan edukasi pola hidup sehat perlu dilakukan tanpa harus menghilangkan makanan dan minuman favorit sepenuhnya. Tak hanya itu, para narasumber ahli juga membagikan tips and trik mengkonsumsi makanan manis agar tidak berlebihan, beserta aturan atau batasannya.

Narasi yang akan hadir di acara ini meliputi Kepala BPOM Taruna Ikrar, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, Health Communicator Kalbe Nutritionals dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO‑K, dan Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti Mubarok. Keempat narasumber ini akan memberikan pandangan bagaimana respons industri dalam mendorong pola konsumsi yang lebih bijak serta pentingnya literasi masyarakat dalam memahami kandungan gula pada produk sehari‑hari. Berani Selingkuh sama yang manis‑manis? Why not? Kan ada dia. Forum ini akan digelar pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.00 WIB, diharapkan menjadi ajang diskusi yang memperkuat pemahaman masyarakat tentang risiko gula tersembunyi dan cara mengelola asupan gula dengan lebih sadar.

Pentingnya literasi label nutrisi dan pemahaman istilah seperti less sugar, low sugar, dan no sugar menjadi kunci bagi masyarakat untuk menghindari konsumsi gula berlebih. Dengan pengetahuan yang tepat, orang dapat memilih produk yang lebih sehat dan menjaga kesehatan metabolik jangka panjang.

Gula tersembunyiBPOMKemenkesIndeks glikemik rendahLiterasi label nutrisiRisiko diabetesForum Leader's Forum

Komentar

Memuat komentar...