Gangguan Listrik Sumatera 23 Mei: PLN Bekerja Cepat Pulihkan

Ani R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 208 dibaca
Bisik.id
Gangguan Listrik Sumatera 23 Mei: PLN Bekerja Cepat Pulihkan

Gambar atau konten salah?

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), mengucapkan permohonan maaf atas gangguan sistem kelistrikan yang menimpa beberapa wilayah di Sumatera pada 23 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa gangguan tersebut mulai terjadi sejak malam hari, tepatnya pada pukul 18.44 WIB.

Di konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23 Mei 2026), Darmawan menyatakan: “Kami atas nama PT PLN Persero menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh karena adanya gangguan sistem kelistrikan sejak tadi malam.”

Ia menjelaskan bahwa setelah insiden terjadi, PLN segera melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. “Gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB. Di saat itu kami langsung melaporkan kondisi ini kepada Kementerian ESDM melalui bapak Dirjen Ketenagalistrikan. Dan ini Kementerian ESDM selaku regulator sistem ketenagalistrikan,” tuturnya.

Menurut Darmawan, indikasi awal gangguan massal dipicu oleh cuaca buruk di ruas transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Kondisi cuaca membuat sistem transmisi keluar dari jaringan Sumatera, menimbulkan guncangan pada beberapa pembangkit listrik PLN.

Di beberapa wilayah, terjadi kelebihan pasokan listrik atau oversupply karena beban hilang secara tiba‑tiba. “Kondisi itu membuat frekuensi dan tegangan listrik naik sehingga pembangkit otomatis keluar dari sistem atau padam,” jelas Darmawan. Sementara di wilayah lain, defisit daya muncul akibat berkurangnya pembangkit. Frekuensi dan tegangan turun, membebani pembangkit lain dan membuat sistem kelistrikan ikut lepas dari jaringan.

Ia menambahkan bahwa gangguan tersebut bersifat domino, memengaruhi daerah dari Jambi, Riau, Sumatera Utara hingga Aceh. “Dan kami menyampaikan kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenangan kelistikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara sampai ke Aceh. Dan ini adalah gangguan kelistikan yang cukup luas di wilayah Sumatera,” jelas Darmawan.

Setelah kejadian, PLN mengerahkan seluruh tim untuk menilai gardu induk dan sistem transmisi. Dalam waktu sekitar dua jam, sistem gardu induk dan transmisi berhasil dipulihkan. Darmawan menegaskan bahwa kondisi kali ini berbeda dengan gangguan sebelumnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang disebabkan kerusakan fisik seperti tower transmisi roboh dan jaringan terputus.

Menjelaskan tantangan berikutnya, Darmawan menjelaskan proses menyalakan kembali pembangkit yang padam akibat efek domino. Proses dimulai dari menyalakan pembangkit, menyambungkannya ke sistem transmisi melalui gardu induk, hingga melakukan sinkronisasi sistem. PLN mengakui bahwa proses pemulihan tiap jenis pembangkit berbeda.

Untuk pembangkit hidro dan gas, proses penyalaan dan sinkronisasi bisa dilakukan lebih cepat, yakni sekitar 5 hingga 15 jam. Sementara itu, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara membutuhkan waktu lebih lama karena harus memanaskan air hingga menjadi uap sebelum sistem bisa dijalankan kembali secara bertahap.

Darmawan mengatakan sejak tadi malam PLN mulai menyalakan pembangkit hidro dan gas secara sistematis. Hasilnya, sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, tengah, hingga utara mulai kembali mendapatkan aliran listrik. “Sehingga kita melihat sebagian sistem di Sumatera bagian selatan, Sumatera bagian tengah, Sumatera bagian utara, baik Sumatera utara maupun Aceh, mulai dari tadinya padang total, mulai muncul titik‑titik di mana listrik sudah mulai menyala,” tuturnya.

Meski begitu, pemulihan penuh masih membutuhkan waktu karena sebagian PLTU batu bara masih dalam proses persiapan untuk dinyalakan kembali dan disinkronkan dengan sistem kelistrikan Sumatera.

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara PLN dan regulator untuk menanggulangi gangguan sistem kelistrikan. Keterbukaan informasi dan respons cepat membantu meminimalkan dampak bagi masyarakat yang terdampak.

PLNSumateragangguan kelistrikancuaca buruktransmisi 275 KVpembangkit listrikefek domino

Komentar

Memuat komentar...