Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Warteg Kelimpungan

Hendra M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Warteg Kelimpungan

Gambar atau konten salah?

Harga cabai di pasaran sedang melonjak. Cabai rawit merah bahkan hampir menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram. Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengatakan harga setinggi itu sangat memberatkan para pedagang warteg.

"Dari pantauan dan keluhan teman-teman pedagang warteg Kowantara, harganya dirasakan masih tergolong mahal dan belum sepenuhnya normal," kata Mukroni saat dihubungi pada Minggu, 20 September 2026. Ia menambahkan, meskipun di beberapa pasar tradisional sempat ada sedikit penurunan atau fluktuasi tipis dibanding lonjakan tertinggi sebelumnya, posisinya belum kembali ke level harga yang stabil atau ideal bagi operasional warung makan.

Menurut Mukroni, harga cabai yang ideal bagi pelaku usaha warteg sebenarnya berada di kisaran Rp 70.000 sampai Rp 75.000 per kg. Kenaikan ini dinilai cukup memukul pedagang. Sebab, cabai adalah bahan utama yang sulit dikurangi penggunaannya, terutama untuk sambal, balado, dan berbagai masakan tumisan.

Pedagang berada dalam posisi serba salah. Jika harga makanan dinaikkan, mereka khawatir pelanggan akan beralih ke tempat lain. Sementara jika porsi sambal atau penggunaan cabai dikurangi, pelanggan berpotensi mengeluh. "Akhirnya sebagian besar pedagang memilih menyerap kenaikan biaya produksi ini sendiri, yang berakibat langsung pada tergerusnya keuntungan harian," jelas Mukroni.

Ia berharap pemerintah bisa turun tangan. Pasokan cabai dari daerah sentra produksi harus dipastikan lancar. Distribusi juga perlu dijaga agar harga di tingkat konsumen segera kembali stabil dan terjangkau. "Harapan teman-teman pedagang warteg, pasokan dari daerah sentra produksi bisa terus dipastikan lancar dan distribusinya dijaga oleh pemerintah, sehingga harga di tingkat pasar eceran bisa lekas stabil dan terjangkau kembali," tuturnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Minggu, 20 September 2026, cabai menjadi komoditas pangan dengan kenaikan tertinggi. Cabai merah keriting naik 9,42% atau sekitar Rp 5.950 per kg menjadi Rp 69.100 per kg. Cabai rawit merah naik 6,78% atau sekitar Rp 6.100 per kg menjadi Rp 96.100 per kg. Cabai merah besar naik 6,23% atau sekitar Rp 3.400 per kg menjadi Rp 58.000 per kg. Sementara cabai rawit hijau naik 4,81% atau Rp 3.100 per kg menjadi Rp 67.600 per kg.

Kenaikan harga cabai ini bukan sekadar angka. Bagi pedagang warteg, cabai adalah bahan pokok yang hampir tidak bisa digantikan. Setiap kenaikan harga langsung memangkas keuntungan harian mereka. Tanpa intervensi pemerintah untuk menjaga pasokan dan distribusi, harga diprediksi akan terus membebani usaha kecil seperti warteg.

harga cabaikenaikan hargapedagang wartegpasokandistribusiintervensi pemerintah

Komentar

Memuat komentar...