Gelombang Tinggi 1,25-4m Banjir Jawa Timur 08-11 Juni
Gambar atau konten salah?
BMKG Maritim Tanjung Perak menginformasikan bahwa gelombang tinggi berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan Jawa Timur pada 08 Juni 2026 sampai 11 Juni 2026. Ketinggian gelombang diperkirakan berada di dua rentang: 1,25 sampai 2,5 meter dan 2,5 sampai 4 meter.
Gelombang dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter diperkirakan akan terjadi di Perairan Masalembo, Perairan Bawean Bagian Utara dan Selatan, Perairan Tuban, Perairan Lamongan, dan Perairan Gresik Bagian Utara. Selanjutnya, wilayah Perairan Utara Bangkalan, Perairan Utara Sampang, Perairan Utara Pamekasan, Perairan Sumenep Bagian Utara, dan Perairan Kepulauan Sapudi Bagian Utara juga berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian tersebut.
Di Perairan Kepulauan Kangean Bagian Utara, Timur, dan Selatan, gelombang 1,25 sampai 2,5 meter diperkirakan muncul. Sedangkan gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi melanda wilayah Perairan Pacitan, Perairan Trenggalek, Perairan Tulungagung, dan Perairan Blitar. Wilayah lain yang terancam meliputi Perairan Malang, Perairan Lumajang, Perairan Jember, dan Perairan Banyuwangi.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengingatkan masyarakat yang hendak beraktivitas di wilayah perairan Jawa Timur untuk senantiasa waspada. Ia berkata, “Gelombang tinggi diakibatkan angin Timuran yang kencang dan begitu lama. Angin dominan bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 5-25 knot.”
Secara umum, kondisi cuaca di wilayah perairan Jawa Timur diperkirakan cerah berawan. BMKG menyarankan perahu nelayan waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang diingatkan berhati-hati bila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Kapal ferry diingatkan kewaspadaan bila kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter. “Masyarakat dapat mengikuti informasi terkini yang disampaikan BMKG sebelum beraktivitas,” pungkas Sutarno.
Perlu diingat bahwa kondisi ini bersifat dinamis; pembaruan informasi dapat berubah seiring waktu. Masyarakat diharapkan tetap memperhatikan peringatan BMKG dan menyesuaikan rencana aktivitas di laut sesuai kondisi terkini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jemaah Haji Lamongan Tiba di Surabaya, Dipindahkan ke KBIHU
Lansia Surabaya hidup di persawahan Lamongan, ODGJ salah
Malik Risaldi Tetap di Persebaya, Kontrak Multi‑Tahun
Cuaca Cerah Surabaya, Suhu 23-33°C, Kelembapan 39-92%
Jadwal Sholat Surabaya 08 Juni 2026: Imsak 04.06 WIB
Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Drones di Kawasan Udara
