Unilever Indonesia Dividen Rp 201, Penjualan Naik 4,3%
Gambar atau konten salah?
Unilever Indonesia mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 7,63 triliun atau Rp 201 per saham untuk tahun buku 2025. Besaran ini mencerminkan hasil kinerja perseroan yang kuat, didukung oleh pertumbuhan penjualan dan laba bersih sepanjang tahun lalu.
Pada tahun 2025, laporan keuangan mencatat penjualan tembus Rp 31,9 triliun, naik 4,3 % dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih dari operasi yang dilanjutkan—tidak termasuk bisnis Es Krim dan Teh SariWangi—mencapai Rp 3,5 triliun, tumbuh 21,8 % secara tahunan.
Presiden Direktur Benjie Yap menegaskan bahwa pembagian dividen tidak terlepas dari kinerja perusahaan yang tergolong baik di sepanjang 2025. Ia menyoroti momentum pemulihan bisnis yang terus berlanjut melalui penguatan portofolio produk, eksekusi pasar, dan fokus pada merek‑merek utama. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi wujud ketangguhan bisnis Unilever Indonesia dalam menghadapi setiap tantangan.
Rasio pembayaran dividen sebesar 100 % menegaskan komitmen kami untuk terus memberikan nilai bagi para pemegang saham. Hal ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional Perseroan, kata Benjie dalam keterangannya, Senin, 08 Juni 2026.
Tren positif tersebut masih berlangsung di kuartal pertama 2026. Pada kuartal I, Unilever Indonesia mampu membukukan penjualan bersih Rp 8,4 triliun dan laba bersih Rp 1,3 triliun. Benjie menilai capaian itu didukung oleh pertumbuhan volume penjualan serta strategi transformasi bisnis yang terus dijalankan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
“Hasil kuartal pertama tahun 2026 kami menandai langkah maju yang penting, mencerminkan momentum yang dibangun sepanjang tahun 2025. Meskipun lingkungan eksternal tetap menantang, tindakan disiplin yang diambil selama setahun terakhir semakin tercermin dalam kualitas pertumbuhan kami, eksekusi kami di pasar, dan ketahanan kinerja keuangan kami,” ungkapnya.
“Hasil kuartal pertama kami memperkuat keyakinan kami bahwa bisnis ini mengalami kemajuan yang baik, didukung oleh fundamental yang membaik dan momentum yang semakin kuat,” tutupnya.
Dividen tinggi dan pertumbuhan laba yang signifikan menandakan bahwa Unilever Indonesia tetap kuat di pasar domestik. Strategi transformasi dan fokus pada merek utama memperkuat posisi perusahaan, sementara disiplin alokasi modal menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pemegang saham.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
