Generasi Muda Perlu Literasi Keuangan untuk Hindari Masalah Finansial

Sinta R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Generasi Muda Perlu Literasi Keuangan untuk Hindari Masalah Finansial

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Penting bagi anak muda untuk dapat mengatur keuangan agar terhindar dari masalah finansial. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025, tingkat literasi keuangan Indonesia tercatat sebesar 65,43%, sementara inklusi keuangan telah mencapai 80,51%. Ini menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan layanan keuangan lebih cepat daripada pemahaman mereka tentang produk dan manajemen keuangan.

Abynprima Rizki, Direktur Pemasaran, Komunikasi & Pengembangan Komunitas AFTECH, menjelaskan bahwa industri pindar berkembang pesat dan menjadi alternatif penting untuk pembiayaan digital. Banyak masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) belum sepenuhnya dilayani oleh lembaga pembiayaan tradisional. Pada September 2025, total pendanaan pindar mencapai Rp90,99 triliun.

“Pindar memberikan akses pembiayaan yang lebih inklusif dan fleksibel. Namun, tanpa pemahaman yang baik tentang bunga, tenor, dan kemampuan bayar, masyarakat berisiko menghadapi masalah keuangan. Edukasi keuangan yang lebih baik sangat penting agar konsumen bisa memanfaatkan layanan ini dengan aman,” kata Abyn pada Kamis (11 Desember 2025).

Wildan Kesuma, Kepala Hubungan Perusahaan Easycash, mengungkapkan bahwa Easycash meluncurkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG) untuk meningkatkan literasi keuangan, terutama bagi generasi muda. “Masyarakat kini cepat mengakses layanan keuangan digital, tapi pemahaman mereka belum sejalan. MOJANG bisa menjadi panduan praktis untuk mengelola keuangan dengan bijak,” jelas Wildan dalam talkshow di Jakarta pada Rabu (10 Desember 2025).

MOJANG merupakan hasil kolaborasi antara Easycash, AFTECH, dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia. Modul ini mencakup berbagai materi pengelolaan keuangan, seperti cara mengatur pendapatan dan memahami utang. Terdapat dua format modul, yaitu modul lengkap untuk kelas literasi dan versi zine yang lebih ringkas untuk menjangkau Generasi Z, yang kini mencakup sekitar 28% dari populasi Indonesia.

Wildan menjelaskan, “Materi yang lebih sederhana dan berbasis visual akan lebih mudah diterima oleh Gen Z. Kami harap MOJANG dalam format zine dapat mendukung penyebaran edukasi keuangan yang lebih luas.”

Easycash berencana untuk mengintegrasikan MOJANG dalam berbagai kegiatan literasi keuangan di daerah, bekerja sama dengan universitas, komunitas, dan lembaga terkait. Materi MOJANG juga akan tersedia dalam bentuk e-book yang dapat diunduh di easycash.id/mojang. “Kami berharap dengan pemahaman keuangan yang baik, anak muda bisa membuat keputusan finansial yang bijak dan memahami pentingnya reputasi kredit untuk masa depan yang lebih baik,” tambah Wildan.

AFTECH berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan regulator dan institusi pendidikan untuk memperluas edukasi keuangan. “Edukasi publik yang transparan dan mudah dipahami sangat penting, terutama bagi generasi muda,” ujar Abyn. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat mempercepat penyebaran literasi keuangan di masyarakat.

Bareyn Mochaddin, Financial Planner & Wakil Presiden Eksekutif IARFC Indonesia, menekankan perlunya pendekatan sederhana dalam literasi keuangan. “Penyampaian materi yang mudah diakses dan dipahami sangat penting agar masyarakat, terutama generasi muda, dapat menerapkan pengetahuan ini,” kata Bareyn. IARFC telah berkolaborasi dengan OJK untuk memperkuat program literasi keuangan nasional dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan utang dengan bijak. “Kami yakin literasi keuangan yang berkelanjutan akan memberikan dampak positif bagi generasi muda,” tutup Bareyn.

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu anak muda untuk lebih memahami pengelolaan keuangan dan mengambil keputusan finansial yang lebih baik, sehingga dapat menciptakan masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

literasi keuanganinklusi keuanganEdukasi keuanganpembiayaan digitalGenerasi Zmodul MOJANGpengelolaan keuangankolaborasi lintas sektor

Komentar

Memuat komentar...