Gigih Atnam Kalista Selesai PGSD 3 Tahun 5 Bulan IPK 4,00

Vera T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gigih Atnam Kalista Selesai PGSD 3 Tahun 5 Bulan IPK 4,00

Gambar atau konten salah?

Gigih Atnam Kalista, yang biasa dipanggil Gigih, menorehkan prestasi luar biasa di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ia menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam waktu 3 tahun 5 bulan, sekaligus mempertahankan IPK 4,00.

Keberhasilan ini membuatnya dipercaya sebagai perwakilan wisudawan untuk menyampaikan pidato di hadapan Rektor Unnes, Prof Dr S Martono, serta para wisudawan dan tamu undangan. Dalam pidatonya, Gigih mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan yang dilaluinya selama menempuh pendidikan di Unnes.

“Keberhasilan yang kami raih hari ini dibangun atas keringat dan pengorbanan Bapak‑Ibu, serta cinta yang mengalir tanpa henti,” ujarnya di laman Unnes dikutip 14 Juni 2026.

Gigih menekankan bahwa dukungan keluarga menjadi kunci. Ayahnya bekerja keras dari pagi hingga petang, sementara ibunya adalah wirausaha yang merantau ke Jakarta demi menghidupi anak-anaknya.

Selama kuliah, Gigih mendapat beasiswa dari Dewan Penyantun Pendidikan (DPP). Melalui beasiswa tersebut, ia dibebaskan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sejak semester empat.

Di luar kelas, Gigih aktif mengembangkan kemampuan menulis dan riset melalui organisasi kepenulisan mahasiswa serta kegiatan kolaborasi di lingkungan kampus dan luar kampus. Ia juga menulis buku aktivitas anak berbasis teori belajar Bruner, yang kemudian memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Menutup pidatonya, Gigih mengajak seluruh wisudawan untuk memberikan kontribusi terbaiknya setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. “Wisuda menandai selesainya sebuah tahap, sekaligus dimulainya kesempatan untuk berkarya lebih luas. Melangkahlah dengan integritas, bertumbuhlah dengan rendah hati, dan hadirkan manfaat di setiap jejak perjalanan,” pesan ia.

Keberhasilan Gigih menegaskan bahwa kombinasi kerja keras, dukungan keluarga, dan bantuan beasiswa dapat menghasilkan prestasi akademik yang mengesankan. Ia menjadi contoh bagi mahasiswa lain bahwa waktu singkat tidak menghalangi pencapaian IPK sempurna bila didukung tekad dan sumber daya yang tepat.

Gigih Atnam KalistaUniversitas Negeri SemarangIPK 4,00Beasiswa DPPHak Kekayaan IntelektualKeluarga DukunganKarya Akademik

Komentar

Memuat komentar...