Gubernur BOJ Dirawat, Rapat Kebijakan 15-16 Juni Tanpa Hadir

Vera T. · 2 min baca · 17 jam lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Gubernur BOJ Dirawat, Rapat Kebijakan 15-16 Juni Tanpa Hadir

Gambar atau konten salah?

Kazuo Ueda, gubernur Bank of Japan (BOJ), sedang dirawat di rumah sakit untuk perawatan medis. Ueda berusia 74 tahun dan didiagnosis memiliki kista hati yang terinfeksi. Perawatan diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan.

Karena kondisi tersebut, Ueda tidak akan hadir pada rapat kebijakan moneter yang dijadwalkan pada 15-16 Juni 2026. Meskipun tidak hadir, BOJ menyatakan bahwa Ueda akan tetap mengirimkan pandangan kebijakannya lewat pernyataan tertulis. Ia tidak akan memberikan suara dalam rapat tersebut.

BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga pekan depan ke level tertinggi dalam sekitar tiga dekade terakhir. Langkah ini diambil untuk menekan tekanan inflasi yang meningkat, sebagian disebabkan oleh konflik di Iran.

Direktur Strategi Suku Bunga Nomura Securities, Mari Iwashita mengatakan, “Tanpa kehadiran Ueda, BOJ mungkin memilih untuk tidak memberikan sinyal yang terlalu jelas mengenai jalur suku bunga ke depan. Mengingat belum pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga gubernur pulih sepenuhnya, prospek kenaikan suku bunga berikutnya pada tahun ini juga menjadi lebih tidak jelas,” kata dia.

Selama masa pemulihan, Ueda akan bekerja secara jarak jauh. Ia diharapkan dapat menghadiri rapat kebijakan berikutnya pada 30-31 Juli 2026.

Wakil Gubernur Ryozo Himino akan memimpin rapat peninjauan suku bunga menggantikan Ueda. Sementara itu, Wakil Gubernur Shinichi Uchida akan memimpin konferensi pers setelah rapat selesai. Pengumuman ini datang tidak lama setelah BOJ pada akhir Mei 2026 menyatakan bahwa Uchida telah keluar dari rumah sakit setelah menjalani pemulihan usai perawatan leukemia.

Di pasar keuangan, nilai tukar yen relatif stabil terhadap dolar AS di kisaran 160,5 yen per dolar. Level tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena pernah memicu intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing.

Peristiwa ini menyoroti bagaimana kondisi kesehatan pemimpin bank sentral dapat memengaruhi dinamika kebijakan moneter. Meskipun keputusan kenaikan suku bunga tetap diantisipasi pasar, ketidakhadiran Ueda menambah ketidakpastian tentang sinyal kebijakan ke depan. Kesehatan Ueda dan proses pemulihan akan menjadi faktor penting dalam keputusan BOJ di masa mendatang.

Komentar

Memuat komentar...