Gubernur Jawa Timur Melantik 128 Kepala Sekolah Baru

Endah K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Gubernur Jawa Timur Melantik 128 Kepala Sekolah Baru

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 26 Maret 2026. Acara pelantikan berlangsung di ruang megah gedung pemerintah, diikuti oleh para kepala sekolah yang baru diangkat.

Setelah proses pelantikan, Khofifah memimpin doa bersama. Ia mengajak semua kepala sekolah agar mampu menjadi pemimpin yang amanah, inovatif, serta melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing. “Kami mendoakan agar Bapak dan Ibu Kepala Sekolah yang baru saja dilantik dapat menjadi pemimpin yang amanah dan inovatif, sehingga mampu melahirkan para murid yang sukses dan unggul,” ujar Khofifah, Kamis (26 Maret 2026).

Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800/1008/204/2026 tentang Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah. Keputusan tersebut ditetapkan di Surabaya pada 9 Maret 2026 dan menegaskan komitmen provinsi untuk memperkuat kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.

Khofifah menegaskan bahwa para kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa jabatan ini bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa. “Panjenengan diberikan otoritas untuk mengelola SDM di SMA, SMK, dan SLB. Dari tangan panjenengan (Anda) inilah akan lahir generasi yang siap menjemput Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia maju dengan kemiskinan yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, “Ini bukan sekadar jabatan struktural, tetapi amanah besar untuk menyiapkan generasi masa depan. Di tangan panjenengan-lah anak-anak kita dibimbing menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Khofifah menyoroti kebutuhan kepala sekolah untuk menjadi inovatif, adaptif, dan menjadi teladan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa fungsi administratif tidak cukup. “Kepala sekolah hari ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Harus inovatif, kreatif, responsif terhadap perubahan, sekaligus menjadi role model,” katanya.

Dalam konteks penguatan ekosistem pendidikan, Khofifah menekankan pentingnya komunikasi intensif serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia mengajak membangun sinergi dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. “Bangun sinergi, kolaborasi, dan koordinasi sebaik mungkin. Kemitraan dengan dunia usaha dan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan sejumlah sekolah di Jawa Timur yang berkembang pesat melalui kemitraan strategis dengan industri, menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global. Di sisi lain, Khofifah mengingatkan pentingnya menjaga suasana sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik. “Pastikan anak-anak kita secara psikologis dalam keadaan baik. Bangun persaudaraan yang kuat, sehingga tidak ada ruang bagi bullying maupun kekerasan di lingkungan sekolah,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah ruang pertumbuhan, bukan ruang hukuman. “Pendidikan adalah ruang pertumbuhan, bukan ruang hukuman. Karena itu, hindari pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pembinaan manajemen pendidikan melalui penataan, mutasi, dan promosi kepala sekolah secara terencana dan terukur. Ia menjelaskan bahwa promosi adalah bentuk apresiasi, sementara penataan memastikan layanan pendidikan semakin efektif dan merata. “Ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Promosi adalah bentuk apresiasi, sementara penataan dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan semakin efektif dan merata,” jelasnya.

Sebagai penutup, Khofifah mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk terus menjaga capaian prestasi sekaligus memperkuat harmoni di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh yang hadir. “Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah Mohon maaf lahir dan batin, semoga seluruh ibadah kita diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkas Khofifah.

Acara pelantikan ini menegaskan komitmen Jawa Timur untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pemimpin sekolah yang berintegritas, inovatif, dan mampu menjalin kemitraan strategis. Dengan dukungan kebijakan dan pelatihan yang terencana, provinsi berharap generasi penerus dapat berkembang menjadi tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Khofifah Indar ParawansaPelantikan Kepala SekolahJawa TimurIndonesia Emas 2045InovatifKemitraan IndustriPendidikan Amanah

Komentar

Memuat komentar...