Gubernur Sumsel: WFH Turunkan Biaya Perjalanan Dinas
Gambar atau konten salah?
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai kebijakan Work From Home (WFH) memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran, khususnya dalam menekan biaya perjalanan dinas.
Ia menyebut biaya perjalanan dinas sebagai salah satu indikator keberhasilan kebijakan efisiensi. Menurutnya, berbagai langkah penghematan yang diterapkan telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. “Kalau soal efisiensi ini ya, kalau biaya perjalanan itu sudah di atas 50 persen, diturunkan,” kata Gubernur.
Herman Deru menekankan bahwa efisiensi anggaran menjadi tujuan utama yang ingin dicapai. Ia mengungkapkan bahwa biaya perjalanan yang sebelumnya cukup tinggi kini berhasil ditekan melalui sejumlah kebijakan penyesuaian. Penerapan WFH bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memantau dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja organisasi dan pelayanan publik. Menurut Herman Deru, hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan WFH memberikan manfaat yang cukup nyata. Namun demikian, pemerintah daerah belum mengambil keputusan final terkait keberlanjutan kebijakan tersebut karena masih diperlukan evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas pelaksanaannya.
“WFH yang kamu maksud itu kan, ya ada hasilnya di hari Jumat itu. Jadi kita monitor ini masih layak dulu diteruskan,” jelasnya.
Herman Deru juga menegaskan bahwa Pemprov Sumsel tidak hanya melihat aspek penghematan anggaran, tetapi juga mempertimbangkan sinkronisasi dengan kebijakan pemerintah pusat. Oleh karena itu, setiap keputusan terkait pola kerja ASN akan disesuaikan dengan regulasi dan arahan nasional agar pelaksanaannya tetap selaras di seluruh daerah.
“Tapi kita nunggu kebijakan nasional juga. Bahwa WFH itu ternyata memang efisien,” ujarnya.
Evaluasi yang dilakukan mencakup tingkat produktivitas pegawai selama menjalankan WFH. Pemerintah ingin memastikan bahwa fleksibilitas pola kerja tidak berdampak pada kualitas pelayanan publik maupun pelaksanaan program-program pembangunan yang sedang berjalan.
Dengan hasil evaluasi sementara yang menunjukkan adanya efisiensi, Pemprov Sumsel membuka peluang untuk melanjutkan kebijakan tersebut apabila dinilai masih relevan dan memberikan manfaat. Namun, keputusan akhir akan ditetapkan setelah mempertimbangkan hasil pemantauan di lapangan serta kebijakan nasional yang akan dikeluarkan pemerintah pusat.
Gubernur menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan memastikan layanan publik tetap optimal. Kebijakan WFH diharapkan dapat terus dievaluasi dan disesuaikan sesuai perkembangan kebutuhan serta arahan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BMKG: Hujan Ringan di Lampung Barat dan Pesisir pada 12 Juni
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Jadwal Puasa Sunnah Muharram 1448: Asyura, Tasu'a & Lainnya
BPUPKI: Lembaga Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Bazar Buku Internasional di Palembang Tawarkan Promo Besar
Musi Banyuasin Jadi Pusat Koordinasi Pencegahan Karhutla 2026
Berita Terbaru
Gubernur Sumsel: WFH Turunkan Biaya Perjalanan Dinas
Padang Lawas Sediakan Rp32,5 Miliar Dua Jembatan, Tender Ditentukan
Lele Godok: Tanpa Minyak, Kaya Protein dan Nutrisi Seimbang
Kebun Raya Cibodas Tetap Rp15.500/Tiket, Tanpa Kenaikan
Demo BEM UI Bundaran HI: Lalu Lintas Padat Rute Alternatif
WRT 32: Waktu Tercepat di Kualifikasi Le Mans 2023
RW 08 Lebak Siliwangi: Kampung Tegar di Kota Bandung
Garam Tambahkan ke Kopi Bantu Kurangi Pahitnya, Tingkatkan Seimbang