Garam Tambahkan ke Kopi Bantu Kurangi Pahitnya, Tingkatkan Seimbang

Ika P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Garam Tambahkan ke Kopi Bantu Kurangi Pahitnya, Tingkatkan Seimbang

Gambar atau konten salah?

Di banyak tempat, orang menambahkan garam ke secangkir kopi untuk menurunkan rasa pahit. Kebiasaan ini bukan sekadar tren media sosial, melainkan praktik yang sudah lama dikenal di berbagai budaya.

Di Turki, kopi asin menjadi bagian tradisi sebelum pernikahan. Sementara di Taiwan, “sea salt coffee” dengan busa susu asin menjadi minuman favorit banyak orang. Menurut Sara Marquart, mantan Head of Flavour The Coffee Excellence Center sekaligus Co‑Founder dan CTO Planet A Foods, “Menambahkan garam merupakan cara efektif menyeimbangkan profil rasa kopi yang pahit.”

Rasa pahit pada kopi sering disalahpahami sebagai akibat kafein. Padahal, sebagian besar rasa pahit berasal dari senyawa yang terbentuk selama proses sangrai. Saat biji kopi disangrai, asam klorogenat terurai menjadi chlorogenic acid lactones dan phenylindanes. Senyawa ini memicu sensasi pahit. “Semakin gelap tingkat sangrai kopi, semakin banyak senyawa pahit yang terbentuk,” jelas Sara Marquart. Karena itu, kopi dark roast cenderung terasa lebih pahit.

Garam bekerja langsung pada reseptor rasa di lidah. Efeknya bukan menghilangkan senyawa pahit, melainkan mengurangi persepsi otak terhadap rasa tersebut. Ion natrium dalam garam mengaktifkan reseptor rasa asin, sementara sinyal rasa pahit menjadi lebih lemah. "Ketika reseptor pahit dan asin aktif bersamaan, rasa pahit akan ditekan dan rasa manis menjadi lebih menonjol," ujar Sara. Inilah alasan kopi terasa lebih seimbang ketika sedikit garam ditambahkan.

Takaran garam yang tepat menjadi kunci. Terlalu banyak garam justru dapat merusak cita rasa minuman. David Jameson, Founder Danelaw Specialty Coffee dan mantan Head of Coffee and Sustainability Bewley's Tea and Coffee, menyarankan penggunaan garam secara bertahap. "Seduh kopinya terlebih dahulu, lalu tambahkan sedikit demi sedikit hingga mendapatkan profil rasa yang diinginkan," kata David. Cara ini dianggap lebih mudah mengontrol dosis.

Namun, tidak semua kopi cocok ditambahkan garam. Garam lebih cocok digunakan pada kopi berkualitas rendah atau kopi yang terlalu pahit akibat sangrai gelap dan ekstraksi berlebih. Pada kopi spesialti berkualitas tinggi, garam justru berisiko menutupi karakter rasa yang kompleks. Nuansa buah, floral, atau keasaman halus bisa menjadi kurang terasa. "Jika tujuan Anda memperbaiki rasa kopi yang kurang enak, garam bisa membantu. Namun cara terbaik tetap menggunakan biji kopi berkualitas baik," tegas David Jameson. Karena itu, penggunaan garam sebaiknya disesuaikan dengan jenis kopi yang diminum.

Praktik menambahkan garam ke kopi telah ada sejak lama. Sejarahnya mencakup tradisi di Turki dan tren modern di Taiwan. Penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa garam tidak menghilangkan rasa pahit, melainkan menekan persepsi rasa tersebut melalui reseptor di lidah. Dengan dosis yang tepat, garam dapat menyeimbangkan rasa kopi tanpa merusak karakter aslinya. Namun, bagi pencinta kopi yang menghargai kompleksitas rasa, penggunaan garam sebaiknya dipertimbangkan dengan hati-hati.

garam kopikebiasaan tradisiTurkiTaiwanpahitsangrai gelapreseptor rasa

Komentar

Memuat komentar...