Guru SMP Padangan Lari ke Sekolah, Kurangi BBM Pemerintah
Gambar atau konten salah?
Ahmad Zaki Febiansyah, 34 tahun, guru SMP Negeri 1 Padangan, menonjol di tengah kampanye penghematan bahan bakar minyak (BBM). Alih‑alih menggunakan kendaraan, ia memilih berlari ke sekolah setiap pagi.
Seorang atlet maraton tingkat nasional, Zaki memulai kariernya pada 2006. Sejak itu, ia terus menorehkan prestasi di ajang menengah, mulai dari Jateng Open hingga Popnas, dan berpartisipasi di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Ia juga mengikuti kejuaraan tarkam nasional serta lomba maraton 5K di Gayam.
“Iya saya memang suka lari mulai 2006, alhamdulillah juga sudah ikut di beberapa turnamen kejuaraan baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” ujarnya pada 01 April 2026.
Setiap pagi, setelah Subuh, Zaki menyempatkan diri lari di sekitar rumahnya. Ia menekankan bahwa latihan tidak bisa dilakukan secara dadakan; setiap sesi harus dimulai perlahan dan durasinya bertambah secara bertahap.
“Setiap hari latihan lari. Nggak bisa lari itu langsung dadakan. Harus latihan pelan-pelan durasi ditambah,” jelasnya.
Video berdurasi 36 detik yang ia unggah di media sosial menampilkan lari menuju sekolah sambil menyapa Bupati. Di dalamnya, ia mengucapkan, “Mohon izin Bapak Bupati.”
“Mohon izin Bapak Bupati,” terucap dalam video, menandai keseriusannya dalam mempraktekkan kebijakan efisiensi transportasi.
Inisiatif ini merupakan respons terhadap instruksi Presiden Indonesia untuk mengurangi konsumsi BBM di kalangan pegawai. Zaki memilih lari sebagai alternatif, menganggapnya olahraga yang dapat dijalankan saat berangkat kerja sekaligus mencontoh gaya hidup sehat.
“Beda dengan lainnya bersepeda, saya berpikir lari juga satu olahraga yang bisa saya lakukan ketika berangkat kerja serta memberikan contoh yang baik soal menjaga kesehatan,” kata Zaki.
Dengan kecepatan seorang atlet profesional, ia menempuh jarak 4 kilometer dari rumah ke sekolah hanya dalam waktu 15 menit 40 detik.
Menurutnya, lari menjadi cara paling efektif untuk memangkas konsumsi BBM sekaligus memanaskan tubuh sebelum mengajar siswa kelas 8.
Sebagai guru olahraga, Zaki menekankan kepada murid-muridnya bahwa menjadi pelari hebat memerlukan latihan terukur dan disiplin tinggi, terutama bagi mereka yang ingin mencapai kecepatan tinggi.
Ia menegaskan bahwa aksi lari ini tidak akan menjadi gerakan sekali jalan.
“Semoga dengan ini bisa menjadi hal positif untuk pegawai-pegawai lainnya. Besok Senin saya juga mau lari lagi sama teman guru Bimbingan Konseling (BK),” pungkasnya.
Inisiatif sederhana ini menegaskan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan harian dapat mendukung kebijakan nasional, sekaligus memperkuat budaya kesehatan di lingkungan sekolah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polisi Berhentikan Balap Liar Pasuruan, 3 Suspek Ditangkap
Tol Prosiwangi Target Operasional Akhir 2026 Sebelum Juli
Jalur Non Tes Rapor 2026 Unesa Buka Kembali, 1.800 Kuota
Cuaca Minggu 14/6: Berawan di Surabaya, Sidoarjo Kabur
Jadwal Salat Surabaya 02 & 14 Mei 2026: Imsak hingga Isya
Cuaca Jawa Timur 14 Juni: Cerah Berawan Hingga Hujan Berat
Berita Terbaru
Polisi Berhentikan Balap Liar Pasuruan, 3 Suspek Ditangkap
Car Free Day Palembang Dukung UMKM, Kurangi Polusi Udara
Tol Prosiwangi Target Operasional Akhir 2026 Sebelum Juli
Indonesia Tampil Tiga Wakil di Final Australian Open 2026
Transmart Sale: AC Sharp 1 PK Diskon 70% Mulai Rp 4.449.000
KCIC Terapkan Tarif Dinamis Whoosh, Harga Terendah Rp250k
Cheddar, Mozzarella, Parmesan: Mana Lebih Sehat Konsumen?
Sambal Bawang Bu Rudy: Pedas Nendang, Mudah Dibuat di Rumah
