Harga Minyak Mentah Naik Setelah Israel ke Lebanon
Gambar atau konten salah?
Harga minyak mentah dunia naik tajam, melewati dua dolar per barel pada awal perdagangan hari ini. Peningkatan ini dipicu oleh serangan Israel ke Lebanon pada 07 Juni 2026, yang menimbulkan balasan dari Iran.
Menurut laporan, pada 08 Juni 2026 pukul 22.15 GMT (05.15 WIB) harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat naik US$ 2,57 menjadi US$ 93,11 per barel. Sementara itu, harga berjangka Brent mencatat kenaikan US$ 2,67 menjadi US$ 95,76 per barel.
Sejak negosiasi damai dan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Israel terus mengeksekusi serangan militer ke wilayah Lebanon. Konflik ini memanas karena hubungan Israel dengan Hizbullah. Pejabat Israel berpendapat bahwa konflik di Lebanon harus diperlakukan terpisah dari gencatan senjata apa pun dengan Iran.
Di sisi lain, Teheran menuntut agar kesepakatan perdamaian dengan Amerika Serikat mencakup gencatan senjata di Lebanon. Negara Timur Tengah ini memperingatkan bahwa serangan Israel di sana “membahayakan” hasil pembicaraan perdamaian kedua negara.
Serangan Israel pada 07 Juni 2026 menargetkan wilayah Beirut, pertama kalinya sejak rencana gencatan senjata Lebanon diumumkan pekan lalu. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan pangkalan udara Ramat David, dekat Nazareth. Militer Israel mengaku serangan itu hanyalah aksi membela diri setelah mereka mengidentifikasi adanya rudal yang diluncurkan dari Iran dan serangan itu merupakan bagian dari sistem pertahanan mereka telah mencegatnya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk tidak membalas serangan setelah Iran menembakkan rentetan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan di Lebanon. “Trump, yang menghabiskan akhir pekan di klub golfnya di Bedminster, New Jersey, dan Netanyahu berbicara melalui telepon selama kurang dari setengah jam,” kata seorang pejabat Israel tanpa memberikan detail lebih lanjut. Gedung Putih dan kantor perdana menteri Israel belum menanggapi permintaan komentar.
Harga minyak mentah yang melonjak ini mencerminkan ketidakpastian di pasar energi akibat ketegangan di Timur Tengah. Pergerakan harga yang signifikan menunjukkan bagaimana konflik regional dapat memengaruhi pasokan global dan memicu volatilitas pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Banjir di Jakarta Wabah Sakit Flu, Banyak Rumah Terendam
BGN Resmi: Hoaks Pembagian Keuntungan MBG Ditolak
Perekonomian Inggris Mengalami Kontraksi 0,1% di April
Prabowo Bentuk Menko Infrastruktur untuk Keadilan Sosial
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
KKP Rencanakan Insentif Daerah untuk Hindari Sampah ke Laut
Berita Terbaru
Keju di Makanan Cepat Saji: Manfaat, Bahaya, dan Cara Sehat
BBM Pertamax Naik Rp16.250, Pertalite Tetap Rp10.000
Maroko Hadapi Brasil 14 Juni 2026 di Piala Dunia
Marquinhos: Brazil Bakal Menang Piala Dunia 2026, Harapan Baru
Zulkifli Hasan Kunjungi Petani Aceh, Fokus Distribusi Pupuk
Gading Serpong: Pusat Kafe Favorit Warga BSD dan Tangerang
Indonesia vs Kamboja Imbang 0-0, Bertarung Ketiga AFF U-19
Pawai Pesta Kesenian Bali ke-48 di Renon, 13 Juni 2026
185 Posisi PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2026 untuk SMA/SMK
