Harga Pertamax Diprediksi Segera Turun

Guntur P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Harga Pertamax Diprediksi Segera Turun

Gambar atau konten salah?

Pada tanggal 9 Juni 2026 lalu, harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non subsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, mengalami kenaikan. Kenaikan ini memicu gelombang protes dari berbagai kalangan masyarakat. Penyebab utamanya adalah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, yang mempengaruhi harga minyak global.

Namun, seiring dengan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, muncul harapan baru. Ada kemungkinan harga BBM non subsidi akan turun dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyatakan optimisme terhadap penurunan harga tersebut.

"Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI yang digelar pada Senin, 22 Juni 2026.

Purbaya mengakui bahwa kenaikan harga minyak dunia sebelumnya menjadi salah satu tekanan besar bagi perekonomian Indonesia. Akibatnya, pemerintah terpaksa menaikkan sebagian harga BBM non subsidi untuk mengurangi dampak dari gejolak global tersebut.

"Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat," jelas Purbaya.

Dengan prospek membaiknya situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta harga minyak yang lebih rendah, Purbaya melihat kondisi pada kuartal II-2026 akan lebih baik. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan bisa berjalan lebih optimal.

"Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki pondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal," tambah Purbaya.

"Jadi keadaan memang bukan ideal, tetapi kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya kita masih bisa bertahan dan alhamdulillah sampai sekarang masih bisa tumbuh baik kan," pungkasnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patria Niaga juga memberikan keterangan terkait nasib harga BBM non subsidi. Ada potensi harga Pertamax mengalami penurunan seiring dengan tren pelemahan harga minyak dunia. Namun, waktu pastinya masih belum bisa dipastikan.

Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patria Niaga, Joko Pranoto, mengatakan bahwa pihaknya masih perlu mencermati pergerakan harga minyak dunia dalam sebulan ke depan.

"Ya intinya sebenarnya begini, untuk JBU (Jenis BBM Umum) ya itu Patra Niaga selama ini dan seterusnya memang akan merespons terhadap kenaikan atau penurunan harga minyak dunia. Nah ke depan seperti apa nanti kita lihat, karena kita basisnya adalah harga satu bulan sebelumnya," ujar Joko saat ditemui di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, juga sempat menyampaikan pernyataan serupa. Ia menegaskan bahwa jika harga minyak dunia turun, maka harga jual Pertamax dan produk sejenisnya juga bisa ikut turun.

"Apakah harganya bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun sudah dipastikan harga BBM non subsidi akan turun. Begitu juga sebaliknya ketika harga minyak dunia naik, mau tidak mau tidak terhindarkan dia akan sesuaikan harga keekonomiannya," jelas Anggia di Gedung Bakom, Jakarta Selatan, pada Rabu, 17 Juni 2026 lalu.

Kenaikan harga BBM non subsidi pada awal Juni lalu memang menjadi pukulan bagi banyak masyarakat. Namun, dengan adanya prospek perdamaian antara AS dan Iran, ada harapan bahwa harga minyak dunia akan kembali stabil. Hal ini bisa menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia yang tengah berusaha pulih dari berbagai tekanan global.

Pemerintah dan Pertamina terus memantau perkembangan harga minyak dunia. Keputusan untuk menurunkan harga BBM non subsidi akan sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dalam beberapa pekan ke depan. Masyarakat pun diharapkan bisa bersabar dan menunggu kebijakan yang akan diambil.

Secara keseluruhan, situasi ini menunjukkan bahwa dinamika harga BBM sangat dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global. Meskipun ada tekanan, pemerintah berusaha untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan negara.

BBMkenaikanPertamaxharga minyakkonflik Timur Tengahkesepakatan damaipenurunan harga

Komentar

Memuat komentar...