RANS milik Raffi Ahmad resmi antre IPO di BEI

Agus P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
RANS milik Raffi Ahmad resmi antre IPO di BEI

Gambar atau konten salah?

Perusahaan milik Raffi Ahmad, PT RANS Intertainmen Indonesia Tbk (RANS), resmi masuk dalam antrean untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) ini sudah terlihat dalam data e-ipo yang tersedia.

RANS berencana melepas 2.525.000.000 lembar saham. Jumlah itu setara dengan 20,02% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah proses IPO selesai. Harga sahamnya dipatok dalam rentang Rp 135 hingga Rp 170 per lembar.

Dengan harga tersebut, perusahaan yang didirikan oleh selebritas ternama ini berpotensi mengantongi dana segar. Jumlahnya berkisar antara Rp 340,87 miliar hingga Rp 429,25 miliar. Untuk menjalankan proses ini, RANS menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin emisi efek.

Bidang usaha RANS masuk dalam sektor consumer cyclicals, tepatnya subsektor entertainment & movie production. Perusahaan ini bergerak di bidang media dan hiburan, pengelolaan kekayaan intelektual (IP), serta sebagai perusahaan induk atau holding company.

Awalnya, perusahaan ini bernama PT RNR Film Internasional. Kemudian namanya berubah menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia. Perubahan itu efektif berlaku pada 7 Juli 2021.

Bisnis RANS dijalankan dalam satu ekosistem yang terpadu. Ekosistem itu mencakup media, hiburan, IP, dan event. Semua dikelola secara terintegrasi lewat anak perusahaan dan penyertaan strategis di berbagai lini bisnis pendukung.

Model usaha RANS dikembangkan sebagai platform hiburan yang berbasis pada IP dan distribusi audiens. Saat ini, kantor pusat perusahaan berlokasi di RANS Office Building, Komplek Bumi Serpong Damai, Blok CBD Lot VIII, No. 12, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Langkah RANS menuju IPO ini menunjukkan bagaimana perusahaan hiburan yang dibangun oleh figur publik mulai serius masuk ke pasar modal. Dengan dana yang bisa terkumpul hingga hampir setengah triliun rupiah, perusahaan punya modal untuk mengembangkan ekosistem bisnisnya lebih jauh lagi.

IPORANSsahamhiburanpasar modaldana segarekosistem

Komentar

Memuat komentar...