HBA Agustus 2026 Turun 5,62% ke US$124,44
Gambar atau konten salah?
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja mengumumkan angka terbaru untuk Harga Batu bara Acuan (HBA). Untuk periode pertama bulan Agustus 2026, HBA ditetapkan sebesar US$ 124,44 per ton. Angka ini menjadi patokan awal dalam menghitung Harga Patokan Batu bara (HPB).
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni periode kedua Juli 2026 yang mencapai US$ 131,85 per ton, harga acuan kali ini mengalami penurunan. Tepatnya turun sebesar US$ 7,41 per ton. Dalam persentase, penurunan ini mencapai 5,62%.
Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara di Kementerian ESDM, menjelaskan penyebab di balik penurunan ini. Menurutnya, harga penjualan aktual yang dipakai dalam perhitungan menjadi faktor utamanya. "Turunnya harga penjualan batubara aktual pada transaksi penjualan batu bara untuk tanggal pengapalan/penjualan sejak minggu kedua bulan Juni 2026, yaitu tanggal 8 Juni 2026, sampai dengan minggu pertama bulan Juli 2026, yaitu tanggal 7 Juli 2026, untuk pembayaran royalti pada aplikasi ePNBP Minerba," ujar Tri dalam keterangan resminya pada Sabtu, 08 Agustus 2026.
Penetapan HBA ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara di bawah Kementerian ESDM. Harga tersebut berlaku untuk sistem penjualan dengan titik serah Free on Board di atas kapal pengangkut, atau yang lebih dikenal dengan istilah FOB vessel.
Meskipun turun dari bulan sebelumnya, jika dilihat secara tahunan, situasinya berbeda. HBA periode pertama Agustus 2026 ini ternyata masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Pada periode pertama Agustus 2025, HBA tercatat sebesar US$ 102,22 per ton. Artinya, ada kenaikan sebesar US$ 22,22 per ton. Dalam hitungan persen, kenaikan ini mencapai 21%.
HBA periode pertama Agustus 2026 ini secara spesifik digunakan sebagai dasar untuk menghitung HPB bagi batu bara dengan nilai kalor di atas 6.000 kcal/kg GAR (Gross As Received). Untuk perhitungan selanjutnya, besaran HPB akan disesuaikan lagi berdasarkan kualitas batu bara. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain nilai kalor, kandungan air, kandungan sulfur, dan kandungan abu.
Kementerian ESDM juga menetapkan beberapa kategori HBA lainnya untuk periode 1-14 Agustus 2026. Berikut rinciannya:
- HBA untuk batu bara dengan nilai kalor 6.322 GAR: US$ 124,44 per ton, turun 5,62% dari periode kedua Juli 2026.
- HBA I untuk nilai kalor 5.300 GAR: US$ 93,27 per ton, naik 3,75%.
- HBA II untuk nilai kalor 4.100 GAR: US$ 65,48 per ton, naik 3,53%.
- HBA III untuk nilai kalor 3.400 GAR: US$ 45,27 per ton, naik 0,42%.
Penurunan HBA untuk batu bara kalori tinggi ini terjadi di tengah kenaikan harga untuk tiga kategori batu bara lainnya. Data menunjukkan bahwa fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh transaksi penjualan aktual yang terjadi pada periode tertentu, yaitu antara minggu kedua Juni hingga minggu pertama Juli 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BPK: WTP ESDM 2025, Tapi Temuan Masih Ada
KSP Bebaskan 100 Kapal, Ekspor Mineral Rp2,2 Triliun Kembali Mengalir
Laba Exxon dan Chevron Tembus Rp475 Triliun
Prabowo: Periksa Gudang, Indonesia Swasembada Pangan
Emas Antam Naik Rp40.000 Per Gram Hari Ini
274 Perusahaan BUMN Dipangkas, Target Tersisa 250 Entitas
Berita Terbaru