Hijriyah 1447: Umat Islam Sambut Tahun Baru di Maghrib
Gambar atau konten salah?
Pada 15 Juni 2026, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut pergantian tahun baru Hijriah. Berbeda dengan kalender Masehi, pergantian tahun Islam dimulai pada waktu maghrib, bukan tengah malam. Hal ini memaksa umat untuk menyesuaikan ibadah mereka pada waktu senja.
Kalender Hijri bersifat lunar, sehingga satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Karena itu, tanggal baru tahun biasanya bergeser sekitar 10–11 hari tiap tahun dibandingkan kalender Gregorian. Perubahan ini membuat tanggal 1 Muharram jatuh pada waktu yang berbeda setiap tahun.
Momen pergantian tahun ini menjadi ajang bagi umat untuk memperbaharui niat dan memohon ampunan serta berkah bagi masa depan. Banyak orang memanfaatkan waktu ini untuk merenung, menilai pencapaian tahun sebelumnya, dan menetapkan tujuan spiritual untuk tahun berikutnya.
Untuk menandai akhir tahun dan memulai tahun baru, terdapat dua doa khusus yang dapat dibaca. Doa akhir tahun mengekspresikan permohonan ampunan, sedangkan doa awal tahun menegaskan harapan dan perlindungan. Kedua doa ini sering dibacakan di masjid atau di rumah pada waktu-waktu tertentu.
Doa akhir tahun ini berasal dari Habib Utsman bin Yahya dan terdapat dalam kitab Maslakul Akhyar. Doa ini mengajak umat untuk memohon ampun atas perbuatan yang belum ditobat, serta memohon agar Allah menerima amal yang diharapkan.
Doa akhir tahun Islam:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.
Artinya, "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
Doa awal tahun ini juga berasal dari Habib Utsman bin Yahya dan tercantum dalam kitab yang sama. Doa ini memohon perlindungan dari godaan Iblis, menguatkan tekad untuk tidak terjerumus dalam perbuatan buruk, serta memohon agar aktivitas sehari-hari mendekatkan diri kepada Allah.
Doa Awal Tahun Islam:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya, "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
Doa akhir tahun biasanya dibaca setelah salat Asar atau menjelang waktu maghrib. Doa awal tahun dibaca sesudah salat Maghrib. Hal ini menyesuaikan dengan simbolik maghrib sebagai awal hari baru dalam kalender Islam.
Kedua doa diucapkan tiga kali, disertai selawat dan zikir. Menyebutkan doa tiga kali dianggap sebagai cara memperkuat niat dan memohon kebaikan secara lebih mendalam.
Doa ini dapat dibaca sendiri di rumah atau bersama jamaah di masjid setelah selesai salat. Membaca doa bersama menambah rasa kebersamaan dan mempererat tali silaturahim antarumat.
Membaca doa tiga kali diikuti selawat menambah kesungguhan dan memperkuat hubungan spiritual. Selawat dan zikir juga membantu menenangkan hati, meningkatkan konsentrasi, dan menumbuhkan rasa syukur.
Dengan demikian, umat Islam dapat memanfaatkan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk memperkuat hubungan spiritual melalui doa dan pengampunan. Momen ini juga menjadi ajang untuk menyatukan komunitas dalam doa bersama, mempererat ukhuwah, dan menegaskan komitmen untuk hidup lebih baik di tahun yang akan datang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Hijriyah 1447: Umat Islam Sambut Tahun Baru di Maghrib
1 Muharram 1448 H: Tahun Baru Islam, Saat Menyambut Kebaikan
Bahan Makanan Terbuka Menarik Hama: Cara Simpan Aman
Pantun Tahun Baru Islam 2026: Sederhana, Menginspirasi Umat
Bipenggou: Swiss Sichuan Menawarkan Danau Jernih Musim
Brasil Seri 1‑1 vs Maroko di Piala Dunia 2026 – Laga Pertama
BPS RI Adakan Webinar Analisis Statistik & AI 23 Juni
