Hindari Makanan Ini Sebelum Naik Pesawat, Perut Aman

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 34 dibaca
Bisik.id
Hindari Makanan Ini Sebelum Naik Pesawat, Perut Aman

Gambar atau konten salah?

Perjalanan udara seharusnya nyaman, namun salah memilih makanan atau minuman di bandara dapat menyebabkan masalah perut seperti kembung. Penting bagi penumpang untuk mengetahui jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sebelum naik pesawat agar perjalanan tetap lancar.

Berbagai pilihan makanan dan minuman di area bandara memang sering menggoda. Namun, demi kenyamanan selama penerbangan, beberapa pilihan menu sebaiknya dipertimbangkan ulang. Mengonsumsi makanan yang salah dapat menimbulkan efek samping yang mengganggu selama di udara.

Mengacu pada informasi yang ada, berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari ketika Anda akan terbang:

  • Salad. Meskipun sering dianggap sehat, salad yang menggunakan sayuran mentah berisiko membawa bakteri seperti E. coli jika proses pencucian atau pengolahannya kurang tepat. Hal ini dapat memicu masalah pencernaan selama penerbangan.
  • Kopi Berlebihan. Satu cangkir kopi mungkin tidak masalah. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah banyak sebelum terbang dapat menyebabkan rasa gelisah, dehidrasi, dan sakit kepala, terutama saat pesawat mencapai ketinggian tertentu.
  • Kentang Goreng. Makanan asin seperti kentang goreng atau pretzel dapat meningkatkan produksi gas di perut. Perubahan tekanan udara saat terbang membuat gas ini mengembang lebih cepat, menyebabkan perut kembung.
  • Yogurt dan Makanan Tinggi Gula. Yogurt siap saji atau menu lain dengan kadar gula tinggi yang tersedia di bandara dapat membebani kerja usus dan memicu gangguan pencernaan. Ketidaknyamanan ini akan terasa saat berada di dalam kabin.
  • Minuman Alkohol. Minuman seperti bir, anggur, atau koktail sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum terbang. Alkohol mempercepat dehidrasi dan mengurangi kemampuan tubuh menyerap oksigen pada ketinggian, yang berpotensi menyebabkan pusing ringan atau gejala hipoksia.
  • Daging Siap Konsumsi. Makanan seperti sosis atau daging olahan kemasan berisiko mengandung bakteri listeria jika penyimpanannya tidak benar. Makanan ini aman jika dipanaskan hingga suhu yang tepat, namun lebih baik dihindari dalam kondisi siap santap.
  • Sushi. Sushi yang mengandung ikan mentah atau setengah matang berpotensi mengganggu sistem pencernaan. Selain itu, saus pendamping yang tinggi garam dapat menambah ketidaknyamanan selama penerbangan.
  • Camilan Asin. Makanan dengan kandungan natrium tinggi seperti keripik atau pretzel membuat tubuh menahan cairan. Hal ini memicu kembung dan rasa haus yang ekstrem, bahkan bisa menyebabkan pembengkakan ringan pada kaki saat perjalanan jauh.
  • Sandwich. Sandwich yang dijual dalam kemasan di minimarket bandara sering kali memiliki masa simpan yang panjang. Jika kondisinya sudah kurang segar atau terlalu lama disimpan, risiko makanan basi meningkat dan kurang aman dikonsumsi sebelum terbang.
  • Sup Kemasan. Beberapa bandara menjual sup instan kemasan. Kandungan pengawet yang tinggi dan tekstur yang kurang segar berpotensi mengganggu pencernaan dan meningkatkan rasa tidak nyaman di dalam kabin pesawat.

Memilih makanan dengan bijak di bandara, khususnya sebelum tanggal 6 Februari 2026, sangat menentukan kenyamanan perjalanan udara Anda. Fokus pada makanan yang tidak memicu gas, dehidrasi, atau potensi kontaminasi bakteri adalah kunci.

Makanan bandaraHindari sebelum terbangGangguan pencernaanKembungDehidrasiMakanan mentahMinuman berkafein

Komentar

Memuat komentar...