Mantan Pramugari Peringatkan Bahaya Pesan Kopi di Pesawat
Gambar atau konten salah?
Seorang mantan pramugari yang kini menjadi influencer TikTok, Kat Kamalani, mengingatkan para pelancong untuk lebih berhati-hati sebelum memesan kopi di dalam pesawat. Alasannya berkaitan dengan kebersihan.
"Tangki air di pesawat tidak pernah dibersihkan dan sangat menjijikkan," ujar Kamalani, seperti dikutip dari laman Food & Wine pada Kamis, 09 Juli 2026. Ia menyarankan penumpang untuk memilih minuman dalam kemasan kaleng atau botol saja.
Kamalani, yang pernah bekerja sebagai pramugari, mengungkapkan bahwa mesin kopi di pesawat jarang sekali dibersihkan. Pembersihan biasanya hanya dilakukan jika terjadi kerusakan.
Lalu, apakah benar minum kopi di pesawat tidak aman? Mengutip dari laman Fresh Cup, sebuah laporan dari lembaga nirlaba Center for Food as Medicine and Longevity menyoroti kualitas air di pesawat. Laporan ini didasarkan pada data dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA).
Penelitian tersebut mengambil sampel dari 10 maskapai besar dan 11 maskapai regional AS yang beroperasi antara tahun 2022 hingga 2025. Setiap maskapai diberi skor keamanan air dari 0 hingga 5. Nilai di atas 3,50 dianggap lulus.
Hasilnya bervariasi. Di kategori maskapai besar, Delta Air Lines mendapat skor sempurna 5,00 dan Frontier Airlines meraih 4,80. Sebaliknya, American Airlines berada di posisi terendah dengan skor 1,75. Untuk maskapai regional, hanya GoJet Airlines yang berhasil lulus dengan skor 3,85.
"Hampir semua maskapai penerbangan regional perlu meningkatkan keselamatan air di dalam pesawat, kecuali GoJet Airlines," kata Charles Platkin, direktur lembaga tersebut, seperti dilansir CNNIndonesia.
Kesimpulan dari laporan ini menyarankan penumpang untuk hanya minum air kemasan di pesawat. Kopi atau teh yang dibuat dari air di tangki pesawat sebaiknya dihindari. Selain itu, jangan mencuci tangan dengan air di toilet pesawat. Penumpang disarankan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol.
Meski begitu, hasil penelitian ini lebih menyoroti potensi masalah kualitas air. Bukan berarti semua kopi di pesawat otomatis berbahaya.
Selain soal kebersihan, ada alasan ilmiah lain untuk lebih berhati-hati minum kopi di pesawat, yaitu risiko dehidrasi. Saat penerbangan, tubuh lebih mudah kehilangan cairan dibandingkan saat di darat.
Lingkungan kabin pesawat memiliki tekanan yang lebih rendah, udara dingin, dan kelembapan yang sangat rendah. Kondisi ini dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh, terutama pada penerbangan jarak jauh.
Artinya, selama di pesawat, tubuh sudah berada dalam kondisi yang kurang ideal untuk menjaga cairan. Jika penumpang kurang minum air, efek dehidrasi bisa semakin terasa.
"Umumnya Anda tidak minum cukup air di pesawat karena Anda minum dari gelas-gelas kecil yang mereka sediakan. Selain itu, kabinnya kering, jadi Anda kehilangan cairan hanya dengan menghirup udara kabin yang kering itu," kata Kyle Staller dari Harvard Medical School, seperti dikutip dari Everyday Health.
Lalu apa hubungannya dengan kopi? Kopi mengandung kafein yang bersifat diuretik, artinya dapat meningkatkan produksi urine. Ini yang menjadi dasar mengapa minum kopi sebaiknya dihindari ketika tubuh sedang kekurangan cairan di atas pesawat.
Di sisi lain, banyak penelitian menunjukkan cairan dalam kopi atau teh tetap ikut menyumbang asupan cairan tubuh. Efek diuretiknya tidak selalu lebih besar daripada manfaat hidrasi dari minumannya sendiri.
Masalahnya, saat terbang, tubuh sudah cenderung dehidrasi. Jadi, minum kopi di pesawat sebenarnya boleh saja, tetapi sebaiknya tidak dijadikan sumber cairan utama.
Jadi, bolehkah minum kopi di pesawat? Boleh, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilihlah kopi dalam kemasan jika Anda khawatir dengan kualitas air di pesawat. Kedua, jangan jadikan kopi sebagai satu-satunya sumber cairan selama penerbangan. Imbangi dengan perbanyak minum air putih. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati penerbangan tanpa mengorbankan kenyamanan tubuh.
Singkatnya, kekhawatiran tentang kopi di pesawat berasal dari dua sisi: kualitas air di tangki yang jarang dibersihkan dan efek dehidrasi dari kafein di lingkungan kabin yang kering. Keduanya bukanlah larangan mutlak, melainkan peringatan untuk lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi minuman selama penerbangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pita Warna Cerah: Cara Mudah Hindari Barang Tertinggal Hotel
Jakarta Hemat: 5 Cara Healing Tipis‑Tipis Tanpa Cuti
Staycation di Kota: 5 Cara Memaksimalkan Hotel Lokal
Cuti Musim Kemarau: Tips Menikmati Liburan Sehat Semakin
Waspada Kobra: Tips Trekking Aman di Hutan Indonesia
Bawa Koper Cepat: 7 Cara Mudah Hindari Tunggakan Bagasi
Berita Terbaru
Mantan Pramugari Peringatkan Bahaya Pesan Kopi di Pesawat
17 Pemain Terancam Skorsing di Perempatfinal Piala Dunia 2026
ATSI Minta Tarif Verifikasi Biometrik SIM di Bawah Rp 1.000
10 PTS Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026, Binus Juara
OJK Buru Aset Henry Surya, Rp 113 M Disita
Prodi Kedokteran dan K3 Undip, 1 dari 60 Pendaftar Lolos
Bupati Ipuk Tegur Keras OPD Banyuwangi: Stop Lempar Tanggung Jawab
