Hiu Goblin Terekam Hidup di Kedalaman 2.000 Meter Pertama
Gambar atau konten salah?
Hiu goblin (Mitsukurina owstoni) kini berhasil direkam dalam video submersion, pertama kalinya ilmuwan menangkap gambar hidup hiu ini di habitat aslinya. Rekaman menunjukkan hiu tersebut berada di kedalaman hampir 2.000 meter di Pasifik Tengah.
Hiu goblin dikenal dengan moncong memanjang dan rahang yang dapat menjulur cepat. Spesies ini sudah ada sejak sekitar 125 juta tahun lalu, sehingga sering disebut “fosil hidup”. Hingga kini, hanya sedikit catatan yang mengamati hiu ini secara langsung, biasanya ketika hiu tersangkut kail pancing nelayan dan ditarik ke permukaan.
Dalam rekaman terbaru, peneliti mendokumentasikan dua penampakan hiu goblin. Penampakan pertama berada di dekat Pulau Jarvis di Samudra Pasifik Tengah Selatan, sementara penampakan kedua muncul di Palung Tonga di Pasifik Barat Daya. Peneliti berpendapat bahwa hiu goblin mungkin hidup di seluruh lautan Bumi, mengingat keberadaan mereka yang pernah tertangkap di kawasan berbeda. Namun, catatan spesimen tetap sangat minim, terbatas pada wilayah sempit Samudra Atlantik dan Hindia, serta area kecil lepas pantai barat Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Taiwan.
“Hiu goblin adalah hewan laut dalam karismatik dan saya tidak pernah mengira kami akan melihatnya dalam keadaan hidup,” ungkap Alan Jamieson, direktur Pusat Penelitian Laut Dalam Minderoo-University of Western Australia. Ia menambahkan bahwa rekaman ini menandai pencapaian pertama dalam merekam hiu goblin di habitat asli.
Temuan di Palung Tonga juga menonjol karena hiu tersebut ditemukan berenang pada kedalaman sekitar 1.997 meter, lebih 700 meter lebih dalam dibandingkan penemuan hiu goblin sebelumnya. “Dalam ekspedisi tersebut, kami mengambil rekaman terus-menerus lebih dari 50 hari pada kedalaman antara 800 hingga 10.800 meter dan pengamatan ini hanya berlangsung sedikit lebih dari 20 detik,” tambah Jamieson. Ia menekankan betapa sulitnya menemukan spesies ini.
Observasi Palung Tonga dilakukan pada Agustus 2024, sedangkan temuan di Pulau Jarvis tercatat pada Juli 2019. Hiu di Palung Tonga kemungkinan besar betina, berenang menuruni lereng utara palung. Sementara hiu di Pulau Jarvis adalah jantan dengan panjang lebih dari 3,4 meter dan kemungkinan berusia lebih dari 51 tahun. Ia terekam berenang di atas gunung bawah laut.
“Penemuan baru seperti ini membuktikan masih ada begitu banyak hal yang belum tereksplorasi di lautan dalam kita,” ujar Aaron Judah, mahasiswa program doktoral oseanografi biologi di University of Hawaii. Ia menekankan pentingnya penelitian lanjutan untuk memahami distribusi dan perilaku hiu goblin di seluruh dunia.
Rekaman ini menambah pemahaman tentang hiu goblin, menyoroti betapa langka dan menantang bagi peneliti untuk mengamati spesies ini di habitat aslinya. Penemuan ini juga menegaskan bahwa masih banyak misteri yang tersisa di kedalaman laut, menunggu untuk diungkap melalui penelitian ilmiah yang terus berkembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Shenzhen InnoX Academy Dukung 100 Startup AI & Hardware
Erling Haaland Debut Dua Gol, Norwegia Maju di Grup I 2026
Wakil Presiden Tegaskan Etika Paling Penting dalam AI
Mbappé, Dua Gol, Menjadi Pencetak Gol Terbanyak Les Bleus
Pemerintah Rencanakan Pengurangan Pajak Ritel Untuk 2025
El Al Gratis Wi‑Fi lewat Starlink di Penerbangan 2027
Berita Terbaru
Hiu Goblin Terekam Hidup di Kedalaman 2.000 Meter Pertama
Gempa M6,7 Guncang Palu, Universitas Tadulako Terguncang
BBM Nonsubsidi Bisa Turun, ESDM Pastikan Penyesuaian
Kerugian Ekonomi Iran Dan AS Akibat Konflik Timur Tengah
Kementan Luncurkan Program Benih Unggul 870 Ribu Hektare
Dudy Pilih Tambah Anggaran Rp20,11 Triliun Tahun 2027