IBL All Star Bandung Beda Format, Kapten Dipilih Fans
Gambar atau konten salah?
Acara IBL All Star akan kembali digelar tahun ini. Ajang yang menampilkan para pemain bintang tersebut dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 11 April mendatang.
Direktur Utama Indonesia Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, menyampaikan bahwa IBL All Star 2026 menggunakan format baru. Pemilihan kapten tim ditentukan melalui sistem voting oleh para penggemar.
Hasil voting menempatkan Yudha Saputera di peringkat pertama dengan suara terbanyak, diikuti oleh Andakara Prastawa di posisi kedua. Kedua pemain ini nantinya akan berhadapan di lapangan, masing-masing memilih anggota tim dan pelatih mereka sendiri.
Total akan ada 24 pemain, terdiri dari pemain lokal dan asing. Yudha dan Prastawa akan memilih secara bergantian hingga terbentuk dua tim yang masing-masing berisi 12 pemain.
Menurut Junas, inovasi ini bertujuan untuk melibatkan pemain dalam penyusunan tim demi kesenangan penggemar. "Ini sesuatu inovasi yang baru lagi. Kami ingin melibatkan pemain itu menyusun sedemikian rupa tim agar bisa menyenangkan fans-nya. Kan ini ujung-ujungnya untuk fans-nya," kata Junas saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (17/3/2026).
Junas menilai kedua kapten tersebut memang layak memimpin tim All Star tahun ini karena sedang berada pada penampilan puncak. "Meskipun Prastawa secara usia lebih senior dari Yudha, tapi kita lihat baik di Tim Nasional kemarin di Thailand, statistik di musim ini, dan meskipun Prastawa tahun ini datang dari bangku cadangan ya. Tapi overall statistiknya sangat baik dan kita lihat fans-nya juga cukup banyak," ujarnya.
Kontes Slam Dunk Masih Dievaluasi
Meskipun kapten tim sudah terpilih, liga masih memerlukan waktu untuk memutuskan penyelenggaraan Slam Dunk Contest.
Junas menjelaskan bahwa IBL perlu memastikan profil pemain yang memiliki kemampuan memadai untuk melakukan aksi slam dunk. "Jadi bukan sekadar biasa slam dunk, tapi memberikan show yang baik buat fans. Kedua, kami perlu melihat kontestannya itu cukup. Ya, kalau hanya dua, hanya tiga, kan tidak bisa dipaksakan," tuturnya. Ia menambahkan, "Artinya pemain yang punya kapabilitas untuk melakukan slam dunk mungkin banyak, tetapi slam dunk dengan kapasitas yang cukup tinggi, ya kan kita mesti lihat."
IBL All Star 2026 juga akan menyajikan berbagai kegiatan lain, termasuk pertunjukan musik, festival, dan penampilan bintang tamu.
"Di Bandung terkenal dengan kota yang sarat kreativitas, jadi banyak musisi dan inovasi anak muda. Di luar itu akan ada beberapa surprise guest yang akan diumumkan hingga paska Lebaran," tambah Junas.
Acara IBL All Star di Bandung ini diharapkan menjadi tontonan menarik bagi para penggemar bola basket Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Spurs vs Knicks: Final NBA 2026 Dimulai Pekan Ini Hari Ini
UPH Juara Putra, Binus Raih Gelar Putri Campus League 2026
Spurs Raih Final NBA 2026 Setelah Kalahkan Thunder
UPH vs Binus: Final Campus League 2026 Basket Jakarta
IBL Tampilkan Serial Dokumenter KITA 2026: Kisah Para Pemain
Pelita Jaya Sambut Kunjungan Adam Zecha, Cek Fasilitas EASL
Berita Terbaru
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
