IHSG Anjlok 1,89%, Investor Asing Jual Saham Rp689 Miliar

Fandi R. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Anjlok 1,89%, Investor Asing Jual Saham Rp689 Miliar

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 08 Juli 2026. Indeks merosot 1,89% ke posisi 5.873,37. Tekanan jual di saham-saham berkapitalisasi besar dan aksi jual investor asing menjadi penyebab utama pelemahan ini.

Data perdagangan mencatat investor asing melakukan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp674,26 miliar di pasar reguler. Angka itu membengkak menjadi Rp689,33 miliar jika seluruh pasar dihitung. Di tengah tekanan itu, saham TLKM, JECX, dan ENRG justru menjadi penopang utama pergerakan indeks. Sementara itu, pelemahan saham BBCA, BBRI, dan AMMN memberikan tekanan paling besar terhadap IHSG.

Mayoritas sektor saham juga ikut terkoreksi. Dari 11 sektor yang ada, sebanyak 10 sektor ditutup di zona negatif. Sektor Basic Industry menjadi yang paling terpuruk dengan pelemahan mencapai 4,35%. Hanya sektor Health yang mampu bertahan dan mencatat kenaikan, yakni menguat 1,00%.

Dari bursa global, pergerakan saham Amerika Serikat beragam. Indeks Dow Jones turun 1,09%, S&P 500 melemah 0,28%, namun Nasdaq masih mampu menguat tipis 0,20%.

Pelaku pasar juga mencermati keputusan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia ke dalam 2027 Country Classification Watchlist. Evaluasi ini berkaitan dengan beberapa hal. Pertama, transparansi kepemilikan saham. Kedua, efektivitas keterbukaan informasi pemegang saham. Ketiga, implikasinya terhadap likuiditas pasar. Jika berbagai aspek tersebut belum memenuhi hasil evaluasi dalam satu tahun setelah penerapan special measures, status Indonesia akan ditinjau kembali pada Country Classification Review 2027. Sentimen ini ikut mendorong pelemahan indeks ETF EIDO sebesar 2,16% dan MSCI Indonesia sebesar 1,80%.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

KRAS telah menyelesaikan pelepasan seluruh kepemilikannya di Krakatau Osaka Steel (KOS) kepada Osaka Steel Co., Ltd. (OSC). Transaksi ini berlaku efektif pada 29 Juni 2026. Pelepasan saham mencakup 14.000 saham Seri B, yang setara dengan 20,00% hak suara dan 14,00% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Dari transaksi ini, KRAS memperoleh dana tunai sebesar USD14 juta. Jika dikonversi menggunakan kurs JISDOR pada 29 Juni 2026 sebesar Rp17.856 per dolar AS, nilainya sekitar Rp249,98 miliar. Seluruh nilai transaksi telah diterima penuh oleh perseroan. Kini KRAS tidak lagi memiliki kepemilikan saham di KOS.

Divestasi ini terjadi di tengah membaiknya kinerja keuangan KRAS. Pada kuartal I-2026, perseroan mencatat laba bersih sebesar USD2,58 juta. Angka ini berbalik tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat rugi bersih USD46,90 juta.

PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK)

NTBK berencana melakukan penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Target dana yang ingin dihimpun mencapai Rp500 miliar.

Perseroan telah merinci rencana penggunaan dana tersebut untuk beberapa agenda pengembangan. Berikut rinciannya:

  • 40% akan disalurkan sebagai tambahan modal kepada anak usaha Pilar Pratama Dinamika.
  • 34% dialokasikan untuk pengembangan fasilitas assembling plant.
  • 16% digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis kendaraan listrik (EV).
  • 10% sisanya dipersiapkan untuk akuisisi perusahaan jasa pertambangan.

Selain itu, anak usaha NTBK menjalin kerja sama dengan Magma Capital Resources Private melalui MCR Bangun Persada. Kerja sama ini fokus pada pengembangan perdagangan mineral dan batu bara. Lingkupnya mencakup pemanfaatan armada truk listrik milik NTBK untuk aktivitas logistik dari kawasan tambang menuju pelabuhan. Potensi volume distribusi batu bara dari kerja sama ini mencapai 500 ribu metrik ton per bulan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Berikut rekomendasi saham yang disertai level harga beli, target harga, dan level cut loss:

  • PGAS - Buy 1410-1420 | TP 1440-1465 | SL 1340
  • AKRA - Buy 1300-1315 | TP 1330-1350 | SL 1240
  • MIDI - Buy 280-284 | TP 290-294 | SL 264
  • CMRY - Buy 4680-4700 | TP 4750-4820 | SL 4450
  • BSSR - Buy 4030-4040 | TP 4080-4140 | SL 3920

Perlu diingat, segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif. Ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya aksi jual asing dan koreksi di hampir seluruh sektor. Dari sisi korporasi, KRAS berhasil membukukan laba setelah melakukan divestasi, sementara NTBK tengah bersiap menggalang dana besar untuk ekspansi bisnis, termasuk ke sektor kendaraan listrik dan jasa pertambangan.

IHSGpelemahannet sellsahamsektorinvestor asingdivestasi

Komentar

Memuat komentar...