IHSG Menguat 0,67%, Asing Jual Bersih Rp352 Miliar
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 09 Juli 2025. Indeks naik 0,67% ke posisi 5.912,44. Penguatan ini didorong oleh saham-saham seperti BRPT, BMRI, dan AMMN. Namun, pelemahan pada saham MORA, IMPC, dan BBRI membatasi laju kenaikan lebih lanjut.
Meskipun indeks menguat, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih. Di pasar reguler, nilai jual bersih asing mencapai Rp352,33 miliar. Sementara itu, di seluruh pasar, angka jual bersih asing tercatat sebesar Rp259,36 miliar.
Dari sisi sektoral, delapan dari sebelas sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor Basic Industry menjadi pemimpin kenaikan dengan penguatan sebesar 2,10%. Di sisi lain, sektor Health menjadi satu-satunya sektor yang melemah paling dalam, yaitu turun 1,24%.
Sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,27%, S&P 500 bertambah 0,81%, dan Nasdaq menguat 1,30%.
Aktivitas perdagangan di dalam negeri juga meningkat. Nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp12,08 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp10,54 triliun.
Peningkatan likuiditas ini terjadi seiring dengan masuknya dana dari kelebihan pemesanan lima saham IPO. Total dana dari kelebihan pemesanan tersebut mencapai Rp27,91 triliun. Di sisi lain, indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing menguat 0,34% dan 0,62%.
Berita Emiten
Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ)
Emiten dengan kode saham SRAJ resmi mengoperasikan Mayapada Hospital Jakarta Timur pada Kamis, 09 Juli 2025. Rumah sakit ini menjadi fasilitas kesehatan kedelapan yang dimiliki perseroan. Kapasitas awalnya adalah 107 tempat tidur dengan nilai investasi sekitar Rp600 miliar.
Rumah sakit ini tidak hanya menyediakan layanan ibu dan anak. Tersedia juga berbagai layanan spesialis lainnya. Mulai dari penyakit dalam, kardiovaskular, trauma dan ortopedi, gastrohepatologi, urologi, hingga pediatri. Semua layanan ini didukung oleh teknologi diagnostik.
Perseroan juga melanjutkan agenda pengembangan jaringan rumah sakit. Manajemen sedang mengkaji pembangunan satu hingga dua rumah sakit baru di Jakarta. Selain itu, mereka juga akan membangun Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan di Lebak Bulus. Nilai investasi untuk proyek ini sekitar Rp1 triliun.
Proyek tersebut ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas rumah sakit menjadi sekitar 450 tempat tidur. Tidak hanya di Jakarta, SRAJ juga melanjutkan pengembangan rumah sakit di Tangerang dan Surabaya. Mereka juga membangun rumah sakit internasional di KEK Kesehatan Batam yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2028. Selain itu, perseroan juga menyiapkan rumah sakit tambahan di Surabaya pada tahun 2029.
Bangun Kosambi Sukses (CBDK)
Emiten berkode CBDK memperkuat struktur permodalan dua anak usahanya. Kedua anak usaha tersebut adalah Industri Pameran Nusantara (IPN) dan Samudra Mega Utama (SMU).
Perseroan menyetor tambahan modal sebesar Rp90,10 miliar ke IPN. Penyetoran ini dilakukan melalui pengambilan penuh 5,30 juta saham Seri B. Dengan demikian, modal disetor IPN meningkat menjadi Rp2,65 triliun. Porsi kepemilikan CBDK di IPN tetap sebesar 99,99%.
Bersamaan dengan itu, IPN memperbarui klasifikasi KBLI ke versi 2025. Perusahaan juga memperluas ruang lingkup usahanya. Kini, IPN bisa bergerak di bidang penyewaan properti, pengelolaan pusat perbelanjaan, pergudangan, serta bisnis makanan dan minuman.
Sementara itu, SMU meningkatkan modal dasarnya. Modal dasar naik dari Rp1,20 miliar menjadi Rp39,60 miliar. Peningkatan ini dilakukan melalui penerbitan 23 ribu saham baru senilai Rp13,80 miliar. Langkah ini membuat modal disetor SMU naik menjadi Rp14,40 miliar. Kepemilikan CBDK di SMU tetap sebesar 99,90%.
Dian Swastatika Sentosa (DSSA)
Emiten DSSA, melalui entitas anaknya yaitu DSST Mas Gemilang (DSST), melakukan transaksi afiliasi. Nilai transaksi ini mencapai Rp8,54 triliun. Tujuannya adalah untuk memperkuat struktur permodalan Bintang Mas Tunggal (BMT).
Perseroan menyampaikan bahwa transaksi yang dilakukan pada 06 Juli 2026 ini termasuk transaksi afiliasi tanpa benturan kepentingan. Nilai transaksi ini juga memenuhi kriteria sebagai transaksi material. Pasalnya, nilainya melebihi 20% namun masih di bawah 50% dari total ekuitas perseroan. Angka ini berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
- DEWA - Buy 326-330 | TP 336-346 | SL 1340
- TUGU - Buy 1230-1240 | TP 1255-1270 | SL 1170
- BDMN - Buy 3900-3920 | TP 3980-4050 | SL 3730
- VKTR - Buy 530-540 | TP 555-565 | SL 505
- ESSA - Buy 550-560 | TP 575-585 | SL 530
Perlu diingat, segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif. Ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Secara keseluruhan, perdagangan hari itu menunjukkan penguatan indeks yang ditopang oleh beberapa saham sektor industri dasar. Namun, aksi jual bersih asing masih berlanjut. Di sisi lain, beberapa emiten seperti SRAJ dan CBDK terus melakukan ekspansi bisnis, sementara DSSA melakukan transaksi afiliasi besar untuk memperkuat anak usahanya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Temui Tiga Mantan PM Thailand di Danantara
Gaji Tak Sesuai Janji, 80% Gerai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Tutup
Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Jakarta
KPK Usulkan Tambahan Anggaran ke Menkeu untuk 2026-2027
Uji Coba Ulang MLFF Tahun Ini, BUJT Tolak Skema Pembayaran
20% Truk ODOL di Tol Trans Sumatera, BPJT Perketat Pengawasan
Berita Terbaru
Survei YouGov: Ronaldo Paling Dikenal, Kane Paling Populer
Bupati OKI Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran Perdana
Doa Rosario Jumat 10 Juli 2026: Renungkan Peristiwa Sedih
Cuaca Jawa Tengah: Berawan dan Cerah Berawan Hari Ini
Bupati Sukoharjo Ditangkap KPK, Diduga Peras Perangkat Daerah
Minum Susu Bisa Bikin Tinggi? Ini Fakta Medisnya
Dan Burn Tak Takut Hadapi Haaland di Perempatfinal
Starmer Tolak Tiru Trump soal Kartu Merah
Unpad Buka Program Doktor Fisika, Fokus Riset Berkelanjutan