IHSG Hijau Tipis, Asing Borong Saham Rp160 M
Gambar atau konten salah?
Pasar saham Indonesia ditutup di zona hijau pada Kamis, 17 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 0,40% ke posisi 6.462,43. Angka ini menunjukkan penguatan tipis dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Beberapa saham menjadi motor penggerak indeks. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat naik 2,11%. PT Darma Satya Nusantara Tbk (DSSA) menguat 3,23%. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) juga ikut mendorong dengan kenaikan 1,50%. Namun tidak semua saham berakhir positif. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) justru terkoreksi 4,85%. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melemah 2,63%. PT Surya Abadi Semesta Tbk (SRAJ) turun 4,03%.
Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih. Di pasar reguler, nilai net buy mencapai Rp152,69 miliar. Sementara jika dihitung dari seluruh pasar, angkanya lebih besar, yakni Rp160,16 miliar. Ini menandakan masih ada minat dari pemodal asing terhadap saham-saham di bursa Indonesia.
Dari total 11 sektor yang diperdagangkan, sebanyak 10 sektor berakhir menguat. Sektor Consumer Cyclical menjadi yang paling tinggi kenaikannya, yaitu 1,63%. Hanya satu sektor yang tertekan, yaitu sektor Health, yang melemah 0,55%. Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang berada di zona merah pada hari itu.
Di Amerika Serikat, bursa saham juga bergerak positif pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,61% ke level 51.778. S&P 500 bertambah 1,14% ke 7.637. Nasdaq Composite menguat 1,69% ke 26.418. Penguatan ini terjadi di tengah meredanya kekhawatiran tentang gangguan pasokan minyak dari Arab Saudi. Harga minyak pun ikut tertekan oleh situasi tersebut.
Untuk pasar Indonesia, ETF EIDO tercatat naik 0,95%. Sementara indeks MSCI Indonesia menguat 0,24%. Kedua instrumen ini sering dijadikan acuan oleh investor asing yang ingin melihat kinerja pasar saham Indonesia secara lebih luas.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melakukan ekspansi bisnis. Perusahaan ini mengambil alih 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI). Nilai transaksi mencapai Rp280,40 miliar. Angka ini setara dengan 7,35% dari total ekuitas INET yang tercatat sebesar Rp3,81 triliun.
Transaksi dilakukan dengan membeli 180.000 lembar saham baru SGI. Berdasarkan nilai transaksi terhadap ekuitas INET, aksi korporasi ini masuk kategori bukan transaksi material dan bukan transaksi afiliasi. Artinya, akuisisi ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham secara khusus.
Setelah transaksi selesai, SGI resmi menjadi anak usaha INET. Akuisisi ini membawa INET masuk lebih dalam ke bisnis engineering, procurement, and construction (EPC). Termasuk di dalamnya pemeliharaan sistem kabel bawah laut. Kabel ini digunakan untuk jaringan serat optik dan kabel listrik.
Ekspansi ini melengkapi bisnis utama INET di bidang jaringan serat optik. Sebelumnya, perusahaan memiliki rencana pengembangan tulang punggung serat optik nasional. Total panjang jaringan yang direncanakan mencapai sekitar 21.800 kilometer.
SGI sendiri sudah memiliki pengalaman mengerjakan proyek Palapa Ring Barat, Timur, dan Tengah. Perusahaan ini juga memiliki kontrak pemeliharaan jangka panjang. Kontrak tersebut menjadi sumber pendapatan berulang bagi SGI. Selain itu, SGI memiliki armada kapal kabel laut bernama Pacific Guardian dan Nostag 10.
Dengan masuknya SGI ke dalam grup, INET kini memiliki kemampuan yang mencakup pembangunan, pengoperasian, hingga pemeliharaan infrastruktur kabel bawah laut. Semua layanan itu kini berada dalam satu ekosistem perusahaan.
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menambah kapasitas produksi pada tahun 2026. Perusahaan membuka fasilitas baru di sejumlah wilayah. Pabrik baru CLEO di Palu mulai beroperasi pada kuartal III 2026. Sementara fasilitas produksi di Pontianak dan Pekanbaru dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
Penambahan fasilitas ini akan memperluas jaringan produksi CLEO. Saat ini perusahaan sudah memiliki 33 pabrik air minum di berbagai kota. Ekspansi dilakukan setelah CLEO mencatat pertumbuhan kinerja pada semester I 2026.
Penjualan bersih CLEO pada enam bulan pertama 2026 tercatat Rp1,69 triliun. Angka ini naik 23,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,37 triliun. Laba bersih juga meningkat 27,04% menjadi Rp262,51 miliar, dari sebelumnya Rp206,64 miliar.
Segmen produk botol menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan perusahaan. Untuk memperluas distribusi pada paruh kedua tahun ini, CLEO kini memiliki sekitar 11.000 mitra distribusi dan 500 titik distribusi internal.
CLEO juga meluncurkan produk baru. Pada 5 September 2026, perusahaan meluncurkan CLEO Galon Praktis 15 Liter. Produk ini menggunakan kemasan yang 100% bebas bisphenol-A (BPA). BPA adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam plastik dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menyiapkan aksi pembelian kembali saham atau buyback. Jumlah saham yang akan dibeli kembali maksimal mencapai 1,47 miliar lembar. Untuk aksi ini, MBMA menyiapkan dana paling banyak Rp1,38 triliun. Nilai tersebut sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang terkait.
Perusahaan memperkirakan aksi buyback ini tidak akan menurunkan pendapatan atau memengaruhi biaya pembiayaan. Berdasarkan perhitungan proforma yang mengacu pada laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, laba per saham dasar berada di level US$0,00028. Angka ini tidak mengalami perubahan material.
Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap tercatat sebesar US$29,95 juta. Dalam perhitungan proforma tersebut, rata-rata tertimbang jumlah saham beredar turun dari 107,99 miliar menjadi 106,53 miliar lembar. Pelaksanaan buyback saham MBMA dijadwalkan berlangsung paling lama tiga bulan, mulai 17 September hingga 16 Desember 2026.
Beberapa saham juga mendapatkan rekomendasi teknikal. CUAN direkomendasikan buy di rentang 930-940 dengan target harga 960-980 dan stop loss di 885. INET direkomendasikan buy di 332-336 dengan target 342-348 dan stop loss di 314. DSSA direkomendasikan buy di 1105-1115 dengan target 1140-1160 dan stop loss di 1040. VKTR direkomendasikan buy di 755-765 dengan target 780-800 dan stop loss di 720. DMAS direkomendasikan buy di 193-195 dengan target 198-200 dan stop loss di 185.
Perlu diingat bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif. Ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada hari itu menunjukkan optimisme pasar yang masih terjaga. Aktivitas beli bersih asing dan penguatan di hampir semua sektor menjadi sinyal positif. Di sisi lain, sejumlah emiten terus melakukan ekspansi dan aksi korporasi untuk memperkuat bisnis mereka di tengah kondisi pasar yang relatif stabil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait